Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 02:33 WIB

BPS: Angka Pengangguran Susut 140 Ribu Orang

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 7 Mei 2018 | 20:09 WIB
BPS: Angka Pengangguran Susut 140 Ribu Orang
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran pada Februari 2018 turun 140 ribu orang, sehingga totalnya menjadi 6,82 juta orang.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengungkapkan, penurunan jumlah pengangguran lantaran pemerintah giat menjalankan program vokasi, atau kursus pelatihan keterampilan kerja. Langkah ini membantu menurunkan jumlah pengangguran.

Meski begitu, kata dia, program vokasi dirasa masih kurang. Berdasarkan data statistik, lulusan SMK sederajat masih yang paling dominan menganggur. Porsinya mencapai 8,92%. "Karena pendidikan vokasi kita yang masih kurang," kata Kecuk di Kantornya, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Pada Agustus 2017, BPS mencatat jumlah lulusan SMK masih mendominasi angka pengangguran sebesar 11,41% dari total pengangguran sebanyak 7,04 juta orang. Namun pada Februari 2018, jumlah pengangguran kategori SMK ini turun menjadi 8,92%.

Sehingga secara total dari seluruh kategori penganggur jumlah tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia menjadi 6,87 juta orang per Februari 2018. "Jumlah penganggurannya 6,87 juta. Kan tadinya 5,33% angkanya 7,01 juta, sekarang turun jadi 5,13% posisinya 6,87 juta jumlah pengangguran," papar Kecuk.

Dia menyebut, jika dilihat berdasarkan provinsi, maka TPT paling banyak bermukim di Jawa Barat dengan angka 8,16%. Diikuti Banten 7,77%, dan Maluku 7,38%. Sedangkan yang paling rendah berada di Bali sebesar 0,86%, diikuti Sulawesi Barat 2,45%, Bengkulu 2,70%.

Perbaikan TPT nasional pada Februari 2018, kata Kecuk, diikuti kenaikan angkatan kerja sebanyak 2,39 juta menjadi 133,94 juta orang, dari total 193,55 juta penduduk usia kerja. Angka ini juga lebih baik dibanding dengan Februari 2017 yang sebanyak 131,55 juta.

Jika dirinci, dari 133,94 juta angkatan kerja sebanyak 127,07 juta bekerja, dengan 87,08 juta orang merupakan pekerja penuh, 30,29 juta pekerja paruh waktu, dan 9,70 juta setengah menganggur.

Sedangkan 59,61 juta orang dari 193,55 juta penduduk usia kerja, sebanyak 36,01 juta orang mengurus rumah tangga, 15,61 juta orang sekolah, dan 7,99 juta orang masuk kategori lainnya.[ipe]

Komentar

x