Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 19:43 WIB
 

Sawah di Bekasi Susut, Kementan Ogah Kecolongan

Oleh : - | Selasa, 8 Mei 2018 | 08:19 WIB
Sawah di Bekasi Susut, Kementan Ogah Kecolongan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian melalui Tim Upaya Khusus Swasembada (Upsus) Jawa Barat, mempertahankan lahan abadi persawahan di Kabupaten Bekasi seluas 35 ribu hektar.

Ketua Tim Upsus Jawa Barat, Banun Harpini menyatakan, Kementan berjanji terus mendorong kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang lahan abadi agar dapat segera diberlakukan.

"Penyusutan lahan di Kabupaten Bekasi perlu mendapat perhatian, terlebih Kabupaten Bekasi merupakan sentra beras utama," kata Banun saat melakukan Gerakan Percepatan Tanam di desa Picung Timur, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Senin (7/5/2018).

Banun menyebutkan, saat ini, luas lahan baku di Kabupaten Bekasi mencapai 48.406 hektar (ha). Pada 2017 luasnya 51.000 ha, atau terjadi penyusutan 6%.

Kecenderungan atau tren penyusutan terus terlihat berkenaan dengan kepemilikan. Oleh karena itu, mempertahankan 35.000 ha lahan abadi sebagai persawahan, menjadi hal penting. Kebijakan dan peraturan daerah perlu didorong guna menjaga kesinambungan ketersediaan pangan.

Banun memuji tim Upsus Jawa Barat bekerja sama dengan petani, khususnya di Kabupaten Bekasi, mampu mempertahankan panen lumintu atau berkesinambungan setelah panen lanjut gerak tanam di awal Mei 2018.

Target Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Bekasi pada Mei 2018, seluas 7.916 ha. Hingga 6 Mei 2018, telah ditanami padi seluas 1.251 ha.Sisanya yang 6.665 ha terus didorong untuk diselesaikan sebelum bulan Ramadan ini. "Kami optimis target LTT dapat tercapai tepat waktu dengan program yang telah disiapkan bersama tim," kata Banun.

Selain pemanfaatan alat dan mesin pertanian di seluruh lokasi tanam, Kementan juga menyiapkan posko percepatan tanam. "Posko ini merupakan kerja sama dengan TNI AD untuk menampung permasalahan di lapangan dan dicarikan solusinya," kata Banun.

Posko ini bersifat mobile dan disiapkan petugas bintara pembina desa atau babinsa yang siaga mengawal kebutuhan petani. Empat petugas Babinsa disiapkan di tiap posko, khususnya di Kecamatan Kedung Waringin ada dua posko.

Banun menambahkan, pasokan pangan secara nasional cukup seperti data yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik, bahwa harga pangan turun atau telah terjadi deflasi.

Untuk itu, Banun dan tim Upsus Jawa Barat, siap turun ke lapangan untuk menampung permasalahan, serta mencarikan solusi bagi petani. Sehingga mereka dapat mencapai target produksi padi, sekaligus dapat memasok padi bagi kebutuhan nasional. [tar]

Komentar

 
x