Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 05:25 WIB

Ekonomi Banten Dekati 6%, Salip Nasional

Selasa, 8 Mei 2018 | 13:38 WIB

Berita Terkait

Ekonomi Banten Dekati 6%, Salip Nasional
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Serang - Ekonomi Banten triwulan I-2018 tumbuh 5,95%. Lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi nasional di periode sama sebesar 5,09%. Dan unggul tipis dibanding pertumbuhan triwulan I-2017 sebesar 5,92%.

"Membaiknya pertumbuhan ekonomi Banten didukung hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertanian, kehutanan dan perikanan serta pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan masing-masing 3,24% dan 0,75%," kata kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, Agoes Soebeno di Serang, Banten, Selasa (8/5/2018).

Agus bilang, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Informasi dan Komunikasi sebesar 8,80%. Dikintili Pengadaan Listrik dan Gas 8,75%; dan Real Estate 8,45%.

Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2018 belum menunjukkan perubahan yang berarti. Industri Pengolahan; Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; dan Transportasi dan Pergudangan masih mendominasi PDRB Banten.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Banten triwulan I-2018 (y-on-y), Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,65%. Diikuti, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 1,03%; Konstruksi 0,74%; Real Estate 0,70%; dan Transportasi dan Pergudangan 0,52%.

Ekonomi Banten triwulan I-2018 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh 0,26%. Faktor musiman Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta mulai membaiknya Industri Pengolahan sejak Triwulan I-2017 menopang pertumbuhan ekonomi.

"Panen raya yang terjadi sepanjang bulan Januari hingga Maret di beberapa wilayah terutama Kabupaten Pandeglang menunjukkan adanya peningkatan produksi padi yang signifikan. Kemudian peningkatan produk Industri pengolahan diantaranya disebabkan persiapan menjelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, serta peningkatan volume penjualan baja sebagai dampak membaiknya harga baja lembaran panas gulung atau Hot Rolled Coil (HRC)," kata Agus.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Banten triwulan I-2018 (q-to-q), Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,71%. Diikuti Industri Pengolahan 0,33%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 0,24%; dan Informasi dan Komunikasi 0,02%.

Agus mengatakan, struktur perekonomian Provinsi se-Jawa pada triwulan I-2018 masih didominasi DKI Jakarta yang memberikan kontribusi terhadap PDRB se-Jawa sebesar 29,94%. Diikuti oleh Provinsi Jawa Timur sebesar 24,79%; Provinsi Jawa Barat 22,10%.

Sementara itu, Provinsi Banten memberikan kontribusi sebesar 6,98% terhadap Perekonomian Banten berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2018 mencapai Rp147,55 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp105,25 triliun. (R010). [tar]


Komentar

x