Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 05:25 WIB

Masuki Kemarau, KLHK Siaga Antisipasi Karhutla

Selasa, 8 Mei 2018 | 19:00 WIB

Berita Terkait

Masuki Kemarau, KLHK Siaga Antisipasi Karhutla
(Foto: KementerianLHK)

INILAHCOM, Jakarta - Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Manggala Agni melakukan pengecekan hotspot lapangan di sejumlah wilayah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Minggu (6/5/2018).

Sebagaimana yang dilakukan Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Labuhanbatu, Sumatera Utara bersama-sama dengan personil TNI, Polri, Kepala Desa Tanjung Beringin, dan masyarakat Desa Tanjung Baringin, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padanglawas.

Berdasarkan informasi dari website LAPAN, terpantau hotspot di wilayah tersebut. Tim segera melakukan pengecekan dan berdasarkan hasil groundcheck, ditemukan areal terbakar seluas 2,5 Ha pada lahan masyarakat, dan kondisi saat itu api sudah padam.

Groundcheck juga dilakukan di Desa Air Hitam, Kecamatan Kualoh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu berdasarkan pantauan hotspot satelit TERRA-AQUA (NASA). Hasilnya ditemukan areal kebakaran seluas sekitar 10 ha pada lahan konsesi. Tim Manggala Agni dan TNI segera lakukan pemadaman pada areal tersebut.

Sementara itu, Manggala Agni Daops Siak melakukan pemadaman di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, tepatnya di perbatasan Desa Tanjung Leban Dan Kelurahan Pelintung, Kecamatan Bandar Laksamana dan Medang Kampai. Luas terbakar mencapai sekitar 50 Ha merupakan lahan milik masyarakat. Pemadaman dilakukan Manggala Agni Daops Siak bersama-sama dengan TNI, POLRI, tim pemadam dari perusahaan pemegang konsesi, Masyarakat Peduli API (MPA), dan masyarakat setempat.

Pemadaman juga dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, Provinsi Riau dengan luas 10 Ha. Pemadaman terkendala pada akses transportasi yang terbatas karena harus melewati kanal dan tidak terdapat jembatan penyeberangan. Kondisi angin yang sangat kencang membuat api cepat merambat sehingga pemadaman sulit dilakukan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menyampaikan, musim kemarau sudah mulai tiba sehingga semua pihak harus waspada dan siaga melakukan pengendalian. Semua upaya digerakan, baik pencegahan melalui patroli dan sosialisasi, patroli udara, juga pemantauan hotspot beserta groundcheck. Terhadap kebakaran yang terjadi juga segera direspon dengan cepat agar api tidak membesar dan meluas sehingga segera dapat ditangani.

"Patroli terus dilakukan pada wilayah-wilayah rawan. Patroli terpadu pencegahan karhutla digelar oleh Manggala Agni bersama para pihak seperti TNI, POLRI, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemantauan desa-desa rawan dan sosialisasi kepada masyarakat", tambah Raffles.

Sementara Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Minggu (6/5/2018) pukul 20.00 WIB, mendeteksi ada delapan hotspot yang terpantau satelit NOAA-19, masing-masing tiga titik di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, dan dua titik di Kalimantan Tengah. Sementara Satelit TERRA-AQUA (NASA) mendeteksi lima hotspot dengan rincian masing-masing satu titik di Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan serta dua titik di Nusa Tenggara Timur. [*]

Komentar

x