Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 06:00 WIB

Pemimpin Perlu Menjaga Ritme Pembangunan Kehutanan

Selasa, 8 Mei 2018 | 20:04 WIB

Berita Terkait

Pemimpin Perlu Menjaga Ritme Pembangunan Kehutanan
(Foto: KementerianLHK)

INILAHCOM, Jakarta - Untuk menjaga pembangunan Indonesia berkesinambungan, diperlukan sosok pemimpin yang mampu mengartikulasikan kondisi, dan mengeksekusi tindakan yang tepat dalam mewujudkan pembangunan hutan menuju hutan lestari dan masyarakat sejahtera.

"Pemimpin yang mampu menjaga ritme pembangunan kehutanan yang berkelanjutan, dan mampu mengatasi fenomena yang terjadi," ucap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KLHK, Helmi Basalamah yang menyampaikan sambutan Menteri LHK pada Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Relawan Jaringan Rimbawan (RJR) bertema "Mengenali Pemimpin Nasional 2019 Dalam Rangka Pembangunan Kehutanan Indonesia yang Berkesinambungan", di Jakarta, Selasa (8/5/2018),

Peran hutan memiliki posisi yang sangat penting dan strategis dalam kurun waktu kini dan mendatang. Hutan beserta ekosistemnya dituntut untuk mendukung ketahanan pangan nasional, energi, dan air; peningkatan nilai tambah dan daya saing nasional berbasis sumber daya alam; serta pengendalian perubahan iklim; dan mitigasi bencana.

Pembangunan kehutanan nasional harus terus berjalan dan berlanjut secara berkesinambungan, sementara tahun 2019 adalah tahun politik dimana terdapat agenda nasional pemilihan umum secara serentak untuk memilih pemimpin.

Helmi kembali memaparkakan, kepemimpinan bukan hanya tentang pembicara kharismatik, yang mampu membawa sebuah organisasi menuju suatu tujuan, akan tetapi juga mampu membuat perubahan positif, merubah lingkungan tidak saja dinamis tapi juga otentik. "Pemimpin otentik memiliki nilai-nilai, prinsip dan moral yang dia miliki sebagai diri sendiri dan bukan imitasi," tambahnya.

Salah satu tantangan dalam pembangunan kehutanan adalah masih banyaknya masyarakat miskin yang tinggal di dalam dan sekitar hutan. Sebanyak 70% masyarakat masih menggantungkan hidupnya pada sumber daya hutan, hampir di 35 ribu desa dan 10 juta orang diantaranya masih masuk kategori miskin dan tidak memilki akses legal terhadap sumber daya hutan.

Tantangan besar lainnya dalam bidang lingkungan hidup, yaitu adanya globalisasi dan over industrialisasi yang berdampak terhadap ancaman lingkungan, dan sebagian sudah terjadi di Indonesia. Permasalahan lingkungan lainnya, dikatakan Helmi yaitu pencemaran udara, air, tanah, over populasi dan penyusutan sumber daya alam, pembuangan limbah dan pemanasan global dan perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan laut, penipisan lapisan ozon, dll.

Untuk itu, dibutuhkan sebuah proses perubahan dalam eksploitasi sumber daya, arah investasi, orientasi perubahan teknologi dan perubahan institusi, harus berlangsung secara harmoni dan dilaksanakan untuk saat ini dan akan datang dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia.

Pada era saat ini telah dilakukan perubahan yang cukup prinsip, melalui reorientasi tata kelola hutan yaitu dari konsep timber management atau penebangan industri kayu dengan HPH/HTI, kemudian menjadi landscape forest management, dan menjadi social community forest. Di antaranya adalah program perhutanan sosial (PS), merupakan program pengelolaan hutan negara yang melibatkan masyarakat.

Target program tersebut akan dicapai dalam dua skema legislasi dan redistribusi lahan, yaitu seluas 9 juta ha melalui Reforma Agraria, serta melalui pelaksanaan program PS seluas 12,7 juta ha. Disisi lain, dalam proses industri kehutanan yang ada saat ini juga ditekankan aturan untuk melaksanakan kegiatan yang menjamin kelestarian produksi hutan, mengusahakan pemanfaatan tenaga kerja secara maksimal, dan dengan cara mendirikan industri dan menghindari pemborosan, menciptakan kesempatan kerja yang maksimal bagi rakyat Indonesia.

Sumber daya alam yang dimiliki harus mampu menjawab dan mengatasi kemiskinan. "Nilai-nilai dan prinsip yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah self-aware dan tulus, mengetahui kekuatan dan kelemahannya, mission driven, fokus pada hasil, memimpin dengan hati tidak hanya dengan pikiran, dan fokus pada jangka panjang," tambah Helmi.[*]

Komentar

x