Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 04:45 WIB

Gobel Beberkan Kelebihan Investasi Saudara Tua

Oleh : - | Rabu, 9 Mei 2018 | 04:09 WIB
Gobel Beberkan Kelebihan Investasi Saudara Tua
Rachmat Gobel - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Joko Widodo untuk Investasi Jepang, Rachmat Gobel menyanjung investasi Jepang berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Kita bisa lihat sendiri, banyak hasil yang telah diberikan dari kerja sama dengan Jepang yang mengedepankan kualitas. Ini tidak lepas dari komitmen Jepang yang tidak hanya berinvestasi tapi juga memberikan nilai yang baik," tutur Gobel dalam Indonesia-Japan Business and Technology Symposium di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Gobel berpendapat investasi Jepang bukanlah sekedar investasi. Konsep alih teknologi terbaru, selalu menjadi concern sang Saudara Tua, sebutan untuk Jepang. Tentunya, Indonesia sangat diuntungkan dengan konsep tersebut.

Melalui tahap penelitian dan pengembangan (R&D) yang apik, kata Gobel, diyakini bisa menghasilkan keuntungan lebih tinggi. Yang menopang pertumbuhan ekonomi tinggi.

Dalam 15 tahun terakhir, invetasi Jepang mencakup berbagai bidang usaha. menyerap tenaga kerja lokal yang signifikan, lebih dari 4,7 juta jiwa. Nilai investasinya menyumbang 6,1% GDP nasional. Kerja sama perdagangan dengan Jepang punya peran penting dalam mendongkrak ekspor hingga 18,1%, atau sekitar Rp407 triliun.

Dalam lima tahun terakhir, nilai investasi Jepang di Indonesia mencapai Rp286,3 triliun. Di mana, 87% dialokasikan sektor manufaktur seperti otomotif, elektronika, makanan dan minuman.

Negeri Sakura, kata Gobel, juga terlibat dalam banyak proyek infrastruktur yang gencar dijalankan Joko Widodo. Berbentuk proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 8.700 Mega watt (MW).

Sementara, Duta Besar Jepang untuk RI, Masafumi Ishii, menyampaikan, Jepang tertarik untuk memperdalam kerja sama ekonomi yang disertai proses alih teknologi. "Jepang pun berkomitmen untuk terus berperan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia di masa mendatang," papar Masafumi.

Meski dalam aspek nilai investasi Jepang, kata dia, menduduki peringkat kedua setelah Singapura. Di sisi serapan tenaga kerja lokal, investasi Jepang berada di urutan kedua setelah China. Namun, hanya Jepang yang mau menyertakan alih teknologi dalam program kerja sama dengan Indonesia,.

"Pada 2045 Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan, dan pada masa itu diharapkan bisa masuk dalam 'permainan global' dan menjadi lima besar ekonomi besar global, sehingga bisa mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas di dalam negeri," tutur Masafumi.[tar]

Komentar

x