Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 22:47 WIB

Jangan Galau, Amran Jamin Beras di Bulog Mencukupi

Rabu, 9 Mei 2018 | 15:27 WIB

Berita Terkait

Jangan Galau, Amran Jamin Beras di Bulog Mencukupi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin persediaan beras, yang tersimpan di gudang Perum Bulog mencapai 1.145.000 ton. Boleh disebut aman untuk mencukupi kebutuhan menjelang Bulan Ramadan.

Usai menghadiri Rapat Koordinasi Serapan Gabah Petani (Sergap) 2018 di Jakarta, Rabu (9/5/2018), Amran mengatakan, saat ini, serapan beras Bulog dari petani, rata-rata mencapai 17.000 ton per hari. Bahkan pernah mencapai 22.000 ton per hari. "Untuk melihat bahwa kondisi aman, pertama harus kita lihat serapan Perum Bulog dan ternyata stabil dan bahkan cukup tinggi. Kedua, suplai yang masuk di Pasar Induk Beras Cipinang," kata Amran.

Dari total beras yang dimiliki Perum Bulog sebanyak 1.145.000 ton itu, sebanyak 678.000 ton merupakan beras hasil serapan dalam negeri, 412.000 ton diimpor dari Vietnam dan Thailand, sisanya 50.000 ton adalah beras impor yang belum masuk ke Indonesia.

Amran menambahkan, posisi stok beras nasional dalam kondisi aman juga terlihat dari suplai beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, yang mencapai 41.000 ton per hari. "Kalau standarnya adalah 25.000 ton sampai 30.000 ton, artinya stok beras di Cipinang (sebesar 41.000 ton) jauh di atas standar, sehingga kami simpulkan aman," kata Amran.

Berdasarkan data situs resmi Food Station, sejak awal Mei 2018, pasokan ke Pasar Induk Beras Cipinang tercatat kurang lebih 41.000 ton per hari.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Andrianto Wahyu Adi mengatakan, rata-rata serapan Perum Bulog khususnya pada masa panen raya, berkisar 15-17 ribu ton per hari.

Perum Bulog, pada 2018 ditargetkan bisa menyerap gabah, atau setara beras sebanyak 2,2 juta ton. Namun, keinginan acapkali tak sesuai kenyataan apabila tidak serius mengejarnya. Realisasi pengadaan beras atau gabah hingga 8 Mei 2018, hanya 678.238 ton.

Kata Andrianto, kondisi panen raya pada 2018 berbeda dengan 2017. "Untuk serapan tergantung pasokan. Panen berbeda dari tahun lalu. Tahun lalu lebih memuncak, tahun ini merata," kata Andrianto.

Sementara itu, berdasarkan laman Food Station pula, harga beras IR-64 I tercatat Rp10.625 per kilogram dan IR-64 II Rp9.600 per kilogram. Harga tersebut masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp9.450 per kilogram di Pulau Jawa. [tar]

Komentar

x