Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:35 WIB

Daging & Telur Ayam Selangit, Mendag Kerja Apa?

Oleh : - | Kamis, 10 Mei 2018 | 01:29 WIB
Daging & Telur Ayam Selangit, Mendag Kerja Apa?
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Bekasi - Penjabat Wali Kota Bekasi, Ruddy Gadakusumah menegaskan bahwa daging dan telur ayam mengalami kenaikan harga yang paling signfikan dibandingkan komoditi lain menjelang Ramadan 1439 Hijriyah.

"Kita lihat pasokan banyak, namun harga masih relatif tinggi. Biasanya harga ayam di kisaran Rp30.000, sekarang Rp38.000 per perekor, telur ayam dari semula Rp22.000 per kilogram, kini tembus Rp26.000 per kilogram," kata Ruddy di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018).

Hal itu disampaikan Ruddy saat meninjau Pasar Kranji Baru, Kecamatan Bekasi Barat untuk mengecek fluktuasi harga sembako jelang Ramadan dengan didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Makbullah dan sejumlah staff.

Ruddy mengatakan, harga bahan pokok lain seperti komoditi beras, cabai, daging dan ikan yang masih relatif stabil.
"Harga daging ayam dan telur ayam yang paling mencolok kenaikannya hari ini," katanya.

Dalam agenda tersebut Ruddy sempat menanyakan kepada para pedagang perihal kenaikan harga tersebut. "Saat saya tanya pedagang, harga ini naik memang dari faktor distribusi dan para peternaknya. PEdagang pun ingin harga turun biar cepat laku," katanya.

Ruddy mengatakan pengawasan harga kebutuhan pokok juga dilakukan secara masif di seluruh pasar tradisional dan modern oleh tim khusus yang telah dibentuk. "Tim Satgas Pangan dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) juga turun guna memastikan harga pokok tetap stabil sebelum masuknya bulan puasa," katanya.

Kegiatan rutin setiap menjelang puasa itu dilakukan pihaknya guna mengantisipasi adanya oknum pedagang yang menimbun kebutuhan bahan pokok masyarakat untuk kepentingan pribadi."Kalau ada yang memainkan harga dengan sengaja dan menyengsarakan warga, kita tidak tinggal diam," kata Ruddy.

Ruddy dalam tinjauannya menanyakan langsung kepada beberapa pedagang tentang harga dan ketersediaannya. Kenaikan harga kali ini masih dianggap wajar karena para pedagang mengambil untung dari setiap penjualan, khususnya pada musim bulan puasa, tahun baru, Natal dan musim lainnya.

Pihaknya bersama Tim Satgas Pangan, Forkopinda tetap memastikan harga bahan pokok terjangkau daya beli masyarakat."Tapi kalau harga itu relatif naik, ya wajar setahun sekali. Tapi ya naiknya seperti apa, jangan seperti meroket, tetap dalam harga yang wajar," katanya.

Ruddy juga mengatakan pada 12 Mei 2018, Pemkot Bekasi, Tim Satgas Pangan dan Badan USaha Logistik (Bulog) kembali melakukan operasi pasar di Kota Bekasi. "Tujuanya untuk menstabilkan harga pasar yang terjangkau oleh publik," katanya. [tar]

Komentar

x