Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 06:07 WIB

Kaltara Catat PDB Tertinggi di Kaltim

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 11 Mei 2018 | 09:05 WIB

Berita Terkait

Kaltara Catat PDB Tertinggi di Kaltim
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie

INILAHCOM, Tanjung Selor Angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menunjukkan tren positif pada triwulan I 2018 ini.

Data di Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi di Kaltara mencapai 5,56 persen. Angka ini tertinggi dibanding pertumbuhan ekonomi provinsi lain di Kalimantan. Dan juga di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang pada triwulan I ini mencapai 5,06 persen.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kaltara diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku mencapai Rp 20,74 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 14,04 triliun.

"Sesuai rilis BPS (Badan Pusat Statistik) Kaltara per 7 Mei 2018, perekonomian Kaltara triwulan I 2018 tumbuh sebesar 5,56 persen dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya (triwulan I 2017) (y-on-y)," kata Irianto.

Sementara dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 16,00 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi sebesar 14,19 persen.

Dibeberkan, ekonomi Kaltara triwulan I-2018 terkontraksi sebesar 0,23 persen (q-to-q), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 2,60 persen.

Hal ini disebabkan oleh beberapa lapangan usaha mengalami kontraksi pada triwulan I-2018 ini. Seperti lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib; lapangan usaha pertambangan dan penggalian; lapangan usaha industri pengolahan; serta lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan. Dari sisi pengeluaran komponen yang memberi andil pada terkontraksinya ekonomi Kaltara adalah komponen pengeluaran konsumsi pemerintah.

Dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara dibentuk oleh komponen net ekspor antar daerah sebesar 2,24 persen, komponen ekspor luar negeri sebesar 1,34 persen kemudian Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik sebesar 0,23 persen, dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 0,05 persen.

Berkaitan dengan kinerja ekonomi regional Pulau Kalimantan, Gubernur mengatakan, dengan angka 5,56 persen, Kaltara mencatat pertumbuhan tertinggi dibanding wilayah lainnya. Diikuti kemudian oleh Kalimantan Barat (Kalbar) dengan pertumbuhan sebesar 5,11 persen, Kalimantan Selatan (Kalsel) sebesar 5,01 persen, Kalimantan Tengah (Kalteng) sebesar 4,62 persen, dan Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar 1,77 persen.

Namun jika dilihat struktur perekonomian Pulau Kalimantan pada Triwulan I-2018 ini, tercatat masih didominasi oleh Kaltim sebesar 52,36 persen, diikuti Kalbar sebesar 15,81 persen, Kalsel sebesar 13,41 persen, Kalteng sebesar 11,43 persen, dan Kaltara sebesar 6,99 persen. seperti mengutip dari laman resmi Pemprov Kaltara.

Gubernur juga mengabarkan, dari sisi pembangunan manusia, Kaltara terus mengalami kemajuan, yang ditandai dengan terus meningkatnya nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM). "Pada 2017, IPM Kaltara mencapai 69,84, atau meningkat 0,64 poin dibandingkan IPM tahun lalu yang sebesar 69,20. Kemajuan pembangunan manusia Kaltara pada 2017 mengalami percepatan. Ditandai oleh pertumbuhan IPM yang mencapai 0,92 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2016 yang hanya mencapai 0,64 persen," jelas Irianto. Kondisi IPM ini menempatkan Kaltara pada posisi 20 dari 34 provinsi di Indonesia.

Pada 2017, status pembangunan manusia di Kaltara berada pada level atau kategori Sedang. Status tersebut masih sama dengan 2016. Dan, masing-masing komponen pembentuk IPM Kaltara mengalami peningkatan.

Komentar

x