Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 19:43 WIB
 

Kenapa Daging Ayam Mahal? Ini Penjelasan Bos BKP

Oleh : - | Jumat, 11 Mei 2018 | 17:16 WIB
Kenapa Daging Ayam Mahal? Ini Penjelasan Bos BKP
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, harga daging ayam ras segar mengalami kenaikan, karena naiknya harga pakan ternak yang dopengaruhi penguatan dolar AS terhadap rupiah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriari dalam Diskusi FMB 9 di Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (11/5/2018). Ditegaskan bahwa komoditas pangan menjelang Ramadan tetap aman karena tidak ada gejolak yang berarti kecuali daging ayam dan telur.

"Saya akui daging ayam dan telur naik karena harga pakan juga naik. Kenapa? karena dolar menguat, harga pakan naik mencapai 100 sampai 150 rupiah per kilogram," kata Agung.

Ia memaparkan, kenaikan harga pakan ternak, khususnya dari konsentrat yang masih impor, menyebabkan kenaikan ayam DOC (day old chicken) sebesar Rp500 per ekor. Akibatnya, harga daging ayam ras naik dari Rp32.000 menjadi Rp36.000 per kg.

Pada Jumat ini, kata Agung, Kementan tengah melakukan pertemuan dengan para produsen besar daging ayam dan telur, seperti Charoen Pokphand dan Japfa untuk berdiskusi agar harga dapat segera terkendali. "Nanti kita turunkan harga pakannya, karena ini tentu produsen pakan juga kita undang. Apakah bisa kita ubah menurunkan harga pakan sehingga bisa memenuhi," kata Agung.

Berdasarkan data dari situs hargapangan.id per 11 Mei 2018, harga rata-rata nasional daging ayam ras segar mencapai 35.700 per kg. Harga terendah terdapat di Sulawesi Selatan sebesar Rp27.100 per kg, sedangkan harga tertinggi daging ayam ras segar di Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp47.150 per kg.

Sementara itu, harga rata-rata telur ayam ras segar per 11 Mei 2018, sebesar Rp25.250 per kg. Harga terendah telur terdapat di Sumatra Utara sebesar Rp19.650 per kg, sedangkan harga tertinggi di Papua mencapai Rp36.150 per kg.

Pemerintah juga menjamin stok komoditas strategis pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2018, khususnya beras diproyeksikan mencukupi hingga empat bulan ke depan.

Dalam menstabilkan harga dan pasokan, Agung menambahkan ada sejumlah langkah sinergis yang dilakukan Kementan bersama Bulog dan Kementerian Perdagangan. Langkah tersebut antara lain, pembukaan lapak di pasar untuk memengaruhi supaya harga tidak naik.

Pemerintah juga menggelar bazar pasar murah, monitoring harian, dan pasar e-commerce bahan pokok pertanian, khususnya beras, jagung, bawang, cabai dan daging ayam. [tar]

Komentar

 
x