Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:32 WIB

Dolar AS Naik, Pengecer di Kwitang Malah Lesu

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 11 Mei 2018 | 16:35 WIB
Dolar AS Naik, Pengecer di Kwitang Malah Lesu
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sedang menunjukan penguatan. Hari ini saja, harga untuk satu dolar AS tembus Rp14.048.

Bagaimana jual beli dolar Negeri Paman Sam ini di pinggir jalan? Apakah mengalami peningkatan juga? Boy, salah satu "Juragan" dolar di bilangan Kwitang, Jakarta Pusat mengungkapkan, meskipun harga dolar menguat namun jual-beli mata uang asing tersebut sepi.

Bahkan, sejak dolar mengalami kenaikan jarang orang yang beli atau menukar dolar ke lapaknya. Bahkan sudah dua pekan jasa penukaran dolar AS di tingkat eceran sepi.

"Kalau naik malah sepi sudah dua minggu. Kalau harga stabil malah ada beberapa yang menukar atau beli," kata Boy saat berbincang dengan INILAHCOM di Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).

Dia menduga, sepinya orang yang menukar dollar AS karena mereka menahan. "Orang banyak yang nahan, nunggu harga mahal. Yang rame itu di money changer," kata dia.

Boy menceritakan, harga dolar AS di tingkat eceran lebih variatif. Nilainya tergantung kesepakatan antara penjual, dan pembeli. Namun, kata dia, harga beli tidak jauh berbeda dengan money changer.

"Kalau di sini kan terima duit yang rusak, kayak robek. Dan harga enggak turun jauh. Sekarang kan harga 14.000 kita beli Rp13.000 turun sedikit," ujar dia.

Hal senada juga disampaikan salah satu pedagang lainnya yakni Usman. Dia mengatakan jual-beli dolar AS belakangan ini sepi meski harganya tinggi. "Engga ngaruh harga dolar tinggi. Orang pengin nukernya di money changer," kata dia.

Meski penukaran sepi, dia tidak terlalu gelisah. Pasalnya, selain usaha jual beli dollar, dia juga ada usaha lain yakni menjadi ojek pangkalan. "Alhamdulillah ada saja yang ngojek," kata dia. [hid]

Komentar

x