Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 17:58 WIB

Subsidi Pupuk Hilang, DPR: Industri Lebih Efisien

Oleh : - | Jumat, 11 Mei 2018 | 17:38 WIB
Subsidi Pupuk Hilang, DPR: Industri Lebih Efisien
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Dito Ganinduto - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR, Dito Ganinduto menegaskan bahwa industri pupuk nasional harus bisa efisien, alias menekan biaya produksi. Agar bisa bersaing dengan produsen pupuk di luar negeri.

Dito mengatakan hal itu ketika berkunjung ke acara Ground Breaking pabrik pupuk NPK di PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), Palembang, Jumat (11/5/2018). Diharapkan, PT Pusri sebagai salah satu industri pupuk nasional dapat menjalankan public service obligation (PSO), atau kewajiban pelayanan publik yang baik bagi masyarakat tani.

"Dengan adanya persaingan di dunia globalisasi ini, pupuk produksi PT Pusri ini harus dapat mengikuti tren globalisasi dalam hal efisiensi biaya produksinya," kata kader Golkar ini.

Menurut mantan anggota Komisi VII DPR ini, efisiensi biaya produksi pupuk, merupakan kewajiban bagi industri pupuk nasional. Tujuanna agar harga pupuk bisa terjangkau kantong petani. "Pupuk murah ini, sekaligus dapat mengurangi beban subsidi dari pemerintah kepada petani," kata Dito.

Sebelumnya, pemerintah berencana menghapus subsidi untuk industri pupuk nasional. Selanjutnya, subsidi pupuk akan ditransformasi menjadi subsidi langsung ke petani, melalui Kartu Tani. Dengan skema ini, diharapkan bisa mendorong industri pupuk bisa lebih efisien. "Skema ini diharapkan dapat mengurangi beban anggaran negara," kata Dito.

Ground Breaking pabrik pupuk NPK di PT Pusri diselenggarakan, pada Jumat, bersamaan dengan peluncuran program vokasi industri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Sumatera Selatan. Program ini melibatkan 48 industri dan 176 SMK dari Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung. [tar]

Komentar

x