Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 28 Mei 2018 | 02:28 WIB
 

Jelang Ramadan

Dilarang Galau, Stok Telur dan Daging Ayam Cukup

Oleh : - | Sabtu, 12 Mei 2018 | 01:29 WIB
Dilarang Galau, Stok Telur dan Daging Ayam Cukup
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian menjamin ketersediaan telur dan daging ayam secara nasional, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Bulan Puasa dan Idul Fitri 1439 Hijriah.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita di Jakarta, Jumat (11/5/2018), mengatakan, berdasarkan prognosa ketersediaan, produksi daging ayam 2018, mencapai 3.565.495 ton.

Sedangkan kebutuhan nasional sebesar 3.047.676 ton, sehingga surplus 517.819 ton. "Berdasarkan data tersebut, seharusnya tidak ada alasan harga ayam, daging ayam, dan telur naik," kata Diarmita.

Khusus untuk Bulan Puasa dan Lebaran yang jatuh pada Mei dan Juni 2018, Diarmita menjamin, ketersediaan daging ayam mencapai 626.085 ton dengan kebutuhan 535.159 ton. Artinya masih surplus 90.926 ton.

Demikian juga untuk ketersediaan telur ayam, lanjut Diarmita, produksi 2018 mencapai 2.968.954 ton dengan konsumsi sebesar 2.766.760 ton. Masih ada kelebihan stok (surplus) sebesar 202.195 ton.

Khusus untuk persediaan telur selama Bulan Puasa dan Lebaran (Mei-Juni 2018), kata diarmita, produksinya mencapai 521.335 ton dengan kebutuhan 485.831 ton. Masih ada kelebihan stok sebanyak 35.504 ton. "Kami mengharapkan kerja sama semua pihak agar terus menjaga kestabilan harga agar tercipta iklim usaha perunggasan yang sehat dan suasana tenang dalam memasuki Bulan Puasa dan Lebaran ini," kata Diarmita.

Sementara Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Sugiono mengatakan, pemerintah mengimbau para pelaku usaha dan asosiasi perunggasan agar berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging. Agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan dengan hati tenang dan khusyuk.

Terkait upaya memperlancar distribusi dan menjaga stabilitas harga, Sugiono menyebutkan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan telah menyiapkan sejumlah titik pasar tani yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha untuk ikut terlibat dalam operasi pasar (OP). "Di titik mana ada harga tinggi, pelaku usaha siap untuk menggerojokkan telur dan daging ayam," kata Sugiono. [tar]

Komentar

 
x