Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 04:56 WIB
 

Pertamina Hanya Incar Blok Migas Besar

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 12 Mei 2018 | 00:15 WIB
Pertamina Hanya Incar Blok Migas Besar
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) rupanya sudah memberi penawaran empat Wilayah Kerja (WK) Migas yang masa kontraknya habis di 2019 mendatang kepada PT Pertamina (Persero).

Empat WK yang kontraknya habis pada tahun 2019 adalah, WK Jambi Merang, WK Raja/Pendopo, WK Seram-Non Bula, dan WK Bula.

Namun, Pertamina dibawah kendali Nicke Widyawati yang sekarang ini menjabat sebagai Pelaksana tugas tidak mengambil semua. Pertamina hanya mengambil dua WK, yakni Jambi Merang dan WK Raja/Pendopo.

"Kami tawarkan ke Pertamina, kalau gak minat, ya kami lelang," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswato pada saat jumpa pers di kantor KESDM, Jumat (11/5/2018).

Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengamini, bila pihanya hanya mengambil dua WK. Sebab, dua WK itu yang menghasilkan gas dan minyak yang paling banyak.

"Kami hitung betul soal itu. Kalau kami lihat, terakhir yang dua ini kan kami yang mengajukan. Dua ini kan memang kamk tidak mengajukan," ujar dia.

Nicken meyakini dengan tambahan dua WK tersebut, pengasilan dari Pertamina akan meingkat. Bahkan mencapai 39 persen dari jumlah pendapatan saat ini. Tapi dia tidak merinci berapa nilai tambahan 39 persen apabila dihitung dalam mata uang.

"Dengan tambahan Mahakam, lalu 8 WK terminasi, (penghasilan) nambah 36 %. Dengan 2 lagi bisa doble capacity," ujar dia.

Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan keputusan terkait pengelolaan 4 Wilayah Kerja (WK) Migas yang masa kontraknya habis di 2019 mendatang.

Adapun empat WK tersebut adalah WK Jambi Merang, WK Raja/Pendopo, WK Seram-Non Bula, dan WK Bula. Dari empat WK itu, dua diantaranya diberikan 100% kepada Pertamina, yakni Jambi Merang dan WK Raja/Pendopo.

Jambi Merang merupakan WK yang paling potensial dengan tingkat produksi minyak yang paling besar yaitu 3.706 barel per hari (2017). Sedangkan produksi minyak 3 WK lainnya dibawah 2.000 barel per hari.

Sedangkan dua WK lainnya yaitu Seram Non Bula dan WK Bula ditetapkan untuk dikelola Kontraktor Eksisting. Di dua WK itu Pertamina juga tidak mengajukan permohonan pengelolaan.

Adapun jngka waktu kontrak untuk 4 WK tersebut yaitu 20 tahun menggunakan Kontrak Bagi Hasil Migas skema Gross Split. Dengan 4 WK ini, maka kontrak migas skema gross split akan menjadi 20 kontrak.

Djoko menjelaskan total bonus tanda tangan (Signature Bonus) yang akan diterima Pemerintah sebesar USD 20.298.000 atau setara Rp 285 miliar. Sedangkan perkiraan total Investasi Komitmen Kerja Pasti 5 tahun adalah sebesar USD 308.992.000 atau sekitar Rp 4,3 triliun.

Sebagaimana diketahui, operator eksisting WK Seram Non Bula adalah Citic Seram Energy Ltd (akhir kontrak 31 Oktober 2019) dan WK Bula adalah Kalrez Petroleum (Seram) Ltd (akhir kontrak 31 Oktober 2019).

Sedangkan operator eksisting WK Raja/Pendopo adalah Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Golden Spike Energy Indonesia Ltd. (akhir kontrak 5 Juli 2019), dan WK Jambi Merang adalah JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang (akhir kontrak 9 Februari 2019) yang pasca keputusan ini nantinya akan dikelola penuh oleh Pertamina saat kontraknya berakhir. [hid]

Komentar

x