Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 04:41 WIB

Rupiah Melemah

Untuk Bayar Utang, Sri Mulyani Otak-atik SBN

Oleh : - | Sabtu, 12 Mei 2018 | 05:29 WIB
Untuk Bayar Utang, Sri Mulyani Otak-atik SBN
Menteri Keuangan Sri Mulyani - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah tengah menyusun alternatif pembiayaan utang selain dari pasar guna mengantisipasi ketidakpastian ekonomi akibat gejolak pasar global.

Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (11/5/2018), mengatakan, alternatif sumber pembiayaan utang dapat melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Private Placement), atau pinjaman dari mitra baik bilateral maupun multilateral.

"Penerbitan SBN bisa dilakukan melalui private placement, tidak hanya melalui market. Bisa dari pinjaman program dari development partner baik bilateral atau multilateral dengan potensi 1,3 billion USD dan 850 juta Euro. Samurai bond juga bisa di-upsize yang saat ini mencapai 150 milliar Yen," ujar Sri Mulyani.

Terkait private placement, lanjut Sri Mulyani, pemerintah memiliki opsi tersebut, apabila pasar menunjukkan tanda-tanda tingkat imbal hasil. Oleh karena itu, pemerintah akan terus menjaga alternatif pembiayaan melalui private placement sampai mendapatkan harga yang sesuai.

"Private placement kita tetap siapkan. Kita aktifkan pinjaman program yang akan bisa ditarik pada semester satu," ujar Sri Mulyani.

Selain itu, pemerintah memiliki Badan Layanan Umum (BLU) yang mampu menyerap SBN hingga Rp12 triliun. Pemerintah tengah mempersiapkan dana Bond Stabilization Framework (BSF) untuk menstabilkan pasar surat utang negara.

"Kita juga memiliki BLU yang mampu menyerap SBN hingga Rp12 triliun dan pemerintah telah menyiagakan bonds stabilization framework untuk menjaga pembiayaan secara stabil dan sustainable," kata Sri Mulyani.

Ia menambahkan, dalam menyikapi perkembangan di pasar SUN sendiri, pemerintah akan mencermati 'appetite' dari pemegang SUN, serta menjaga mereka yang menjadi investor jangka panjang.

"Kita tetap akan terus melakukan action sesuai jadwal, sama seperti BI punya jadwal RDG. Dalam hal ini, keputusan mengenai apa mengambil atau tidak didasarkan pada kondisi kas keuangan negara kita. Kita akan terus sikapi hati-hati dari persepsi market sampai persepsi mengenai risiko yang cukup stabil," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk tidak menerima seluruh penawaran lelang dari lima seri Surat Utang Negara (SUN) pada Rabu (9/5/2018). Penawaran yang masuk pada lima seri SUN itu hanya Rp7,18 triliun dari target indikatif Rp17 triliun. Penawaran tersebut merupakan yang terendah sejak 18 Juni 2013 sebesar Rp7,74 triliun. [tar]

Komentar

x