Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:39 WIB

Puja-puji Sri Mulyani untuk Realisasi APBN 2018

Oleh : - | Sabtu, 12 Mei 2018 | 07:09 WIB
Puja-puji Sri Mulyani untuk Realisasi APBN 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat, defisit APBN per April 2018 mencapai Rp55,1 triliun. Lebih rendah ketimbang April 2017 sebesar Rp72,2 triliun. Capaian lainnya disebutnya lebih oke.

Catatan Sri Mulyani ini disampaikan dalam rapat bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan sejumlah institusi keuangan, para analis di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Kata Sri Mulyani, saat ini, kinerja APBN jauh lebih kuat ketimbang tahun lalu. Dia mengklaim, ruang fiskal lebih longgar dibutuhkan untuk menjaga perekonomian dari gejolak eksternal.

"Sampai 30 April, realisasi APBN 2018 adalah sangat postiif. Defisit APBN mencapai Rp55,1 triliun, jauh lebih kecil dibanding tahun lalu pada periode sama yang mencapai Rp72,2 triliun," ujar Sri Mulyani.

Bahkan, lanjutnya, keseimbangan primer mengalami surplus Rp24,2 triliun. Atau meningkat ketimbang periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,7 triliun.

"Jadi APBN kuartal pertama kita, sangat baik. Penerimaan perpajakan sampai April juga menunjukkan pertumbuhan sehat. Kita telah mengumpulkan Rp416,9 triliun, pertumbuhan penerimaan pajak 11,2 persen apabila kita memasukkan Tax Amnesty. Apabila tidak masukkan Tax Amnesty, maka penerimaan perpajakan mendekati 15 persen pertumbuhanya. Ini sangat positif," kata Sri Mulyani.

Kontribusi penerimaan pajak daroi PPN sendiri mencapai 4,1 persen dan PPh Non Migas 17,3 persen apabila tidak ikutsertakan Amnesti Pajak. Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam dan penerimaan cukai juga meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Dengan demikian, kita optimis 2018 kita tetap bisa jaga APBN secara kredibel, stabil, sustainable dan sehat," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Dari sisi belanja, kata dia, belanja seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) mengalami peningkatan yang kemudian menyumbangkan faktor positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama tahun ini. "Momentum belanja tersebut diharapkan tetap terjaga hingga akhir 2018," kata Sri Mulyani.

Sampai April 2018, realisasi pembiayaan mencapai Rp188,7 triliun, atau 57,9% dari pagu pembiayaan 2018. Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp195,4 triliun.
Posisi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sampai April 2018 mencapai Rp133,6 triliun dibandingkan April 2018 sebesar Rp123,2 triliun. Dengan demikian, posisi kas pemerintah dalam kondisi yang cukup memadai.

"Pemerintah akan terus menjaga pelaksanaan APBN sehingga jadi pilar stabilitas, sehingga dalam kondisi dinamis dan bergejolak kita mampu memberikan confidence ke masyarakat, pelaku usaha dan pasar sehingga tidak ada tambahan gejolak," papar Sri Mulyani. [tar]

Komentar

x