Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:40 WIB

Ditugasi Kelola 2 Blok Migas, Pertamina Oke

Oleh : - | Sabtu, 12 Mei 2018 | 13:15 WIB
Ditugasi Kelola 2 Blok Migas, Pertamina Oke
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) siap kelola blok migas yang habis masa kontrak (terminasi) pada 2019. Ditetapkan Kementerian ESDM pada Jumat ini (11/5/2018).

Tahun depan, akan ada empat blok migas terminasi yakni Pendopo dan Raja, Bula, Seram non Bula dan Jambi Merang. Selanjutnya, Pertamina mendapatkan penugasan untuk mengelola dua blok migas, yakni Pendopo dan Raja, serta Jambi Merang.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menyatakan, Pertamina sebagai BUMN siap menjalankan keputusan pemerintah terkait penetapan pengelolaan dua wilayah kerja migas tersebut.

Dan, Pertamina siap melakukan kerja sama dengan operator lain termasuk melibatkan Pemerintah Daerah. "Ini merupakan keputusan pemerintah dan kami menerima amanat tersebut, bagaimanapun juga penyerahan WK terminasi kepada Pertamina sudah melewati pertimbangan yang matang dari pemerintah, dan tentunya untuk kepentingan negara," kata Adiatma dalam rilis kepada media di Jakarta,

Wilayah Kerja Pendopo dan Raja yang akan berakhir kontraknya pada 5 Juli 2019, saat ini dikelola melalui skema joint operation body (JOB) PT Pertamina (Persero) dengan Golden Spike Energy Indonesia. Dengan kepemilikan masing-masing 50% di luar Participating Interest (PI) daerah.
Selanjutnya, Jambi Merang yang kontraknya habis pada 9 Februari 2019, dikelola Talisman dan PI dimiliki Pertamina dan Pacific Oil and Gas.

Masih kata Adiatma, sebelumnya Pertamina telah menerima penugasan dari pemerintah untuk mengelola 100% participating interest dari delapan blok migas terminasi pada 20 April lalu.

Ke-delapan blok migas tersebut adalah North Sumatera Offshore (NSO), Ogan Komering, Southeast Sumatera, Tuban, East Kalimantan, Attaka, Tengah dan Sanga-sanga.

"Diperkirakan delapan lapangan tersebut masih berproduksi sekitar 100 ribu boepd, terdiri dari 50 ribu boepd minyak dan 515 mmscfd (Million Standard Cubic Feet per Day) gas," kata Adiatma.

Ke-8 blok akan dikelola menggunakan mekanisme gross split, di mana investasi selama 3 tahun sebesar US$ 556,450 juta dan Pertamina telah membayar signature bonus sebesar US$33,5 juta.

Saat ini proses transisi tengah berjalan, di mana sebelum ke-8 blok tersebut terminasi, Pertamina memiliki PI di sana. Sedangkan untuk Blok WK Tengah akan menjadi bagian dari WK Mahakam. [tar]

Komentar

x