Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 02:57 WIB
 

Tahun Depan, PLTMG 250 MW Beroperasi di Aceh

Oleh : - | Sabtu, 12 Mei 2018 | 10:11 WIB
Tahun Depan, PLTMG 250 MW Beroperasi di Aceh
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

INILAHCOM, Banda Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf meresmikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbagut 2 Peaker berkapasitas 250 megawat di Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

"Ketersediaan pasokan tenaga listrik di Wilayah Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe, akan mendukung masuknya investor dalam membangun investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe," kata Irwandi Yusuf di Lhokseumawe, Jumat (11/5/2018).

Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Irwandi bersama Wali Kota Lhokseumawe, Suadi Yahya, GM PLN Aceh, Jefri Rosiadi dan pejabat PLN lainnya.

Menurut Irwandi, tanpa listrik, semua tidak bisa berjalan dan para investor tida mau menamankan modalnya di Aceh, jika pasokan listrik tidak lancar. Kehadiran pembangkit listrik tersebut akan memperkuat Sistem Kelistrikan Wilayah Aceh dan diharapkan dapat beroperasi pada akhir 2019.

Ia menjelaskan penambahan energi listrik, harus dilakukan guna memenuhi kebutuhan masa depan, salah satunya langkah yang dilakukan adalah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 2 berkapasitas 250 MW.

Irwandi mengatakan masalah energi listrik Aceh dapat teratasi dengan dibangunnya pembangkit dan kehadirannya nanitnya dapat mendukung kebutuhan energi listrik yang cukup besar untuk berbagai usaha, yang ada di KEK Arun-Lhokseumawe.

Irwandi menambahkan beberapa pembangkit yang telah dibangun di Aceh juga akan memasuki tahap penyelesaian, seperti PLTA Peusangan berkapasitas 84 MW dan pembangkit listrik energi panas Bumi Jaboi, Sabang, yang berkapasitas 80 MW.

Selain itu, sumber energi listrik panas bumi Seulawah juga sedang dikerjakan dan siap berproduksi tahun 2020, dengan kapasitas awal 55 MW dari 165 MW kapasitas yang diharapkan.

"Beberapa sumber energi lainnya juga sedang digarap, seperti Gunong Geurudong oleh Hitay dari Turki. Jika pembangunan semua sumber energi itu telah selesai, Aceh akan memiliki energi listrik yang cukup besar dan mampu menopang iklim investasi di Aceh serta menumbuhkan lapangan-lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar," kata Irwandi. [tar]

Komentar

 
x