Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 02:56 WIB
 

KESDM: Kontrak Blok Rokan Paling Berat

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 12 Mei 2018 | 14:09 WIB
KESDM: Kontrak Blok Rokan Paling Berat
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengakui, blok Migas Rokan banyak peminatnya.

Adapun blok Migas Rokan itu akan habis kontraknya pada tahun 2021 mendatang. Kementerian ESDM akan menerapkan skema bagi hasil gross split pada pengelolaan Blok Rokan. "Itu paling berat tuh (blok Rokan, res). Banyak peminatnya," kata Djoko saat jumpa pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).

Menurut dia, apabila peminatnya banyak akan dilakukan. "Ya kami lelang saja lah (Rokan) mana yang bisa memberikan benefit kepada pemerintah yang besar (itu yang dipilih)," ujar dia.

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar sebelumnya mengatakan, kontrak Blok Rokan tahun 2021 nanti berusia 50 tahun. Kontraktor yang mengerjakan Blok Rokan itu adalah Chevron.

Adapun Chevron telah mengajukan proposal perpanjangan kontrak blok tersebut kepada pemerintah. Proposalnya masih dievaluasi oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi/SKK Migas.

Selain Chevron, pemerintah juga membuka kesempatan kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengajukan proposal. Hal ini karena Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki hak juga untuk mengelola blok yang kontraknya berakhir.

Blok Rokan menjadi salah satu penopang produksi siap jual (lifting) minyak nasional. Sepanjang 2017 tercatat lifting minyak Blok Rokan mencapai 224,3 ribu barel per hari (bph), capaian ini sebesar 97,9 persen dari target APBNP 2017. [ipe]


Komentar

 
x