Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 05:26 WIB

Ekonomi Nasional Diselamatkan Industri Manufaktur

Oleh : M Fadil Djaelani | Sabtu, 12 Mei 2018 | 17:09 WIB

Berita Terkait

Ekonomi Nasional Diselamatkan Industri Manufaktur
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan 4,50% di triwulan I-2018. Lebih tinggi ketimbang periode sebelumnya 4,28%. Kontribusi terjumbo dari manufaktur sebesar 20,2% terhadap ekonomi nasional.

"Pertumbuhan tersebut karena didukung dari peningkatan produksi baik di sektor skala besar maupun industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, adanya kenaikan ekspor untuk komoditas nonmigas," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (12/5/2018).

Airlangga menyebutkan, pada periode triwulan I-2018, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,03%, meningkat dibanding periode yang sama di 2017 sebesar 4,80%. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98%.

Capaian ini sejalan dengan peningkatan kinerja bisnis mesin konstruksi dan pertambangan sebagai dampak dari peningkatan aktivitas kedua lapangan usaha tersebut. Kinerja gemilang diikuti industri makanan dan minuman (mamin) yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70%. Selain didorong peningkatan produksi minyak kelapa sawit, momentum menghadapi bulan Ramadan juga menjadi salah satu stimulus dalam memacu produktivitas di industri makanan.

Dengan daya beli masyarakat yang terus berangsur membaik, industri jadi semakin optimistis untuk menggenjot produksinya, ungkap Menperin. Selain itu, pertumbuhan disebabkan oleh beberapa faktor lainnya, seperti meningkatnya indeks manajer pembelian (PMI) dan kenaikan harga komoditas.

Kementerian Perindustrian mencatat, sektor manufaktur yang kinerjanya di atas PDB nasional, antara lain industri logam dasar 9,94%, industri tekstil dan pakaian jadi 7,53%, serta industri alat angkutan 6,33%.

Menperin menegaskan, pihaknya bertekad untuk semakin memacu pertumbuhan industri manufaktur. Pasalnya, aktivitas sektor pengolahan konsisten membawa efek berganda bagi perekonomian nasional seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerimaan devisa dari ekspor.

Kami fokus menjalankan hilirisasi industri, ujarnya. Selain itu, Kemenperin aktif untuk menarik investasi dan menggenjot ekspor. Industri juga menjadi penyumbang terbesar dari pajak dan cukai, imbuhnya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi sektor industri manufaktur sepanjang kuartal I/2018 mencapai Rp62,7 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri senilai Rp21,4 triliun dan penanaman modal asing sebesar USD3,1 miliar. Sektor industri logam, mesin, dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp22,7 triliun. [ipe]

Komentar

x