Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 02:52 WIB
 

Ekonomi RI tak Mempan Bom Jatim, Asalkan....

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 14 Mei 2018 | 07:09 WIB
Ekonomi RI tak Mempan Bom Jatim, Asalkan....
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Selain bisa mengganggu investasi, aksi bomber di tiga geraja di Surabaya, Jawa Timur, diyakini bisa menggerus nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Otomatis ya. Yang saya khawatir kan sentimen nya bisa menjadi kaya gitu, jadi investor yang portofolio agak sensitif, kemudian investor jangka panjang juga nanti lebih ke arah wait and see," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Kata Bhima, hal ini tidak akan berlangsung lama, apabila pemerintah khususnya kepolisian RI bisa segera mengungkap aktor intelektual dan motif aksi tak beradab tersebut.

"Aksi terorisme ini dampaknya sangat temporer ya, tergantung variabel pemerintah menyikapi, secepat apa menangkap dan mengungkap pelaku. Jadi jaringan dibongkar selesai. Itu juga nanti investor akan melupakan," kata dia.

Dengan begitu, dia meminta pada pemerintah dan kepolisian untuk segera mengungkap aksi brutal ini sampai tuntas. Apalagi tidak lama lagi, sudah memasuki tahun politik.

"Jadi ada pertimbangan tahun politik juga intinya jangan sampai ada kegaduhan, potensi keamanan dijaga apalagi ada IMF, Word Bank meeting ada Asian Games, faktor keamanan harusnya menjadi faktor utama yang menjadi perhatian pemerintah itu," kata dia tegas.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, belakangan terpuruk. Bahkan, pekan lalu sempat menembus Rp 14.000 per US$. [ipe]


Komentar

 
Embed Widget

x