Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 17:55 WIB

BI Harap Investor tak Kabur karena Teror Bom

Oleh : - | Senin, 14 Mei 2018 | 14:09 WIB
BI Harap Investor tak Kabur karena Teror Bom
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) optimis, kepercayaan investor terhadap perekonomian domestik masih terjaga. Tidak akan terpengaruh rentetan teror bom di Surabaya, Jawa Timur.

"Kepercayaan investor kami lihat masih tetap terjaga. Bank Sentral mendukung aparat hukum dan keamanan dalam menangani masalah keamanan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Bank sentral mendorong aparat penegak hukum untuk memulihkan stabilitas keamanan, agar tidak memberikan dampak lanjutan terhadap stabilitas perekonomian.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menilai beberapa serangan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), mengatakan, sentimen terhadap pelemahan rupiah pada Senin. Namun dampaknya masih terbatas.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Senin pagi (14/5/2018), sempat melemah 25 poin menjadi Rp13.968 dibandingkan dengan posisi sebelumnya Rp13.943 per US$.

Dia mengatakan, investor pada perdagangan hari ini, terpengaruh ekspektasi inflasi di Amerika Serikat (AS) yang rendah, menyusul data impor pada April di bawah ekspektasi. Sentimen itu menahan penguatan US$ menjadi lebih tinggi.

Imbas hasil obligasi pemerintah AS, yakni US Treasury Bill mengalami penurunan 2,97%, menurutnya, menahan pergerakan dolar AS.

Salah satu faktor yang menjaga nilai tukar rupiah, yakni sinyal kuat akan dinaikkan tingkat suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate) dalam waktu dekat. "Pergerakan nilai tukar rupiah relatif masih stabil terhadap dolar AS," katanya.

Otoritas Bursa juga mengimbau investor untuk tidak terpengaruh aksi teror dan lebih melihat kondisi fundamental perekonomian domestik yang terus membaik. "Kepada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio.

Dia mencontohkan dampak pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal. Pada saat terjadinya teror itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi 77,86 poin, atau 1,72% di level 4.459,32 poin.

Namun, lanjut dia, koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53% dan keesokan harinya justru menguat 0,24%. "Itu menunjukkan investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi," paparnya. [tar]

Komentar

x