Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:41 WIB

Yakin.. Pondasi Ekonomi Kuat?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 14 Mei 2018 | 18:03 WIB
Yakin.. Pondasi Ekonomi Kuat?
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia memiliki pondasi ekonomi yang cukup kuat dalam menghadapi situasi perekonomian dunia dengan kenaikan volatilitas dan dinamika yang meningkat pada tahun 2018.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan hal tersebut terlihat dari beberapa indikator.

"Momentum pertumbuhan kita dalam (situasi) saat ini adalah cukup menguat, baik dilihat dari komponen permintaan maupun dari supply side. Kita lihat konsumsi rumah tangga, kita lihat dari investasi yang meningkat menjadi 8%. Ekspor kita selalu sudah positif semenjak tahun lalu meskipun kita melihat impor mengalami kenaikan yang lebih cepat daripada ekspor ini yang perlu kita waspadai," kata Sri Mulyani, Senin (14/5/2018).

Menteri Keuangan bersama Gubernur Bank Indonesia dan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga penjamin Simpanan (LPS) berinisiatif mengundang para pelaku usaha untuk memberikan update kebijakan-kebijakan yang sedang dan telah maupun akan terus diambil oleh pemerintah.

Tujuannya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan di Indonesia. Dengan demikian dapat menyikapi situasi akhir-akhir ini terutama dari sisi mata uang baik di sisi stock exchange baik di sisi surat berharga negara.

"Kinerja dari APBN kita, tahun 2018 dalam situasi yang jauh lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah akan terus menjaga pelaksanaan APBN sehingga dia menjadi pilar stabilitas di dalam situasi kondisi yang dinamis dan bergejolak. Kita mampu memberikan confident pada masyarakat maupun kepada dunia usaha maupun pelaku pasar sehingga tidak menimbulkan gejolak," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, pemerintah akan terus fokus menjalankan kebijakan ekonomi untuk mendorong investasi dan ekspor. Oleh karena itu, berbagai fasilitas fiskal akan terus dikembangkan. Dalam hal ini, fasilitas perpajakan untuk mendorong investasi dan ekspor seperti tax holiday, tax allowance dan penyusutan serta amortisasi yang dipercepat.

Untuk kawasan ekonomi khusus diberikan insentif dalam bentuk pembebasan bea masuk tidak dipungut PPN serta pembebasan cukai.

"Kita akan terus merumuskan kebijakan insentif ini, sehingga ekonomi Indonesia bisa dipacu oleh mesin pertumbuhan yang makin merata, konsumsi, investasi, ekspor dan pemerintahan yang akan terus mendukung pertumbuhan secara konstruktif," ujarnya. [hid]

Komentar

x