Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:36 WIB

Bappenas: Kemiskinan Suburkan Terorisme

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 15 Mei 2018 | 02:29 WIB
Bappenas: Kemiskinan Suburkan Terorisme
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kemiskinan dinilai menjadi salah satu penyebab suburnya benih-benih terorisme di tanah air. Minimnya perekonomian mempermudah masuknya doktrin-doktrin sesat.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, saat ini, pemerintah fokus mengentaskan kemiskinan.

Tujuannya, selain untuk memantapkan keamanan nasional khususnya menghambat tumbuhnya kelompok radikal yang berujung terorisme, juga menjamin keadilan sosial di dalam negeri.

"Kami upayakan kemiskinan di bawah 10 persen, ketimpangan terus membaik, pengangguran mendekati 5 persen, human development index naik lagi paling tidak 1 poin, jadi itu kita lakukan semua," kata Bambang di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Namun, kata Bambang, kemiskinan bukan satu-satunya faktornya (terorisme). Ada faktor lain yang menjadi penyebab mudahnya masyarakat melakukan aksi biadab tersebut.

Apa itu? Menurut mantan menteri keuangan Kabinet Kerja djilid I itu, rendahnya pendidikan. "Memang tidak semata-mata masalah kemiskinan, ini juga masalah pendidikan menurut saya. pendidikan juga harus dibuat supaya tidak orang tidak mudah terpengaruh ajaran-ajaran yang tidak pas," kata dia.

Data terbaru yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi penurunan angka kemiskinan pada 2017. Data BPS itu dirilis pada Januari 2018.

Angka kemiskinan di Indonesia sampai September 2017 mengalami penurunan 0,58%, atau menjadi 10,12% dari yang enam bulan sebelumnya sebesar 10,64%. Pada Maret 2017, ada 27,77 juta penduduk Indonesia yang miskin, kemudian pada September 2017 menjadi 26,58 juta.

Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan pada Maret 2017 adalah 7,72%, kemudian pada September 2017 jadi 7,26%.

Kemudian persentase penduduk miskin di pedesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93% dan menjadi 13,47% pada September 2017."Selama periode Maret 2017-September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 401,28 ribu orang (dari 10,67 juta orang pada Maret 2017 menjadi 10,27 juta orang pada September 2017), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 786,95 ribu orang (dari 17,10 juta orang pada Maret 2017 menjadi 16,31 juta orang pada September 2017)," seperti dikutip dari BPS. [ipe]

Komentar

x