Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:44 WIB

Ini Pemicu Neraca Perdagangan Defisit US$1,6 M

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 15 Mei 2018 | 13:55 WIB

Berita Terkait

Ini Pemicu Neraca Perdagangan Defisit US$1,6 M
Kepala BPS, Suhariyanto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia bulan April 2018 mengalami defisit senilai US$1,63 miliar.

Demikian dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Apabila dibandingkan pada Maret 2018, kondisi ini berbanding terbalik. Diman posisi Maret 2018 surplus sebesar US$1,09 miliar.

Menurut Kepala BPS, Suhariyanto, neraca perdagangan bulan April yang mengalami defisit disebabkan beberapa hal. Antara lain, defisit sektor migas USD 1,13 miliar, dan non migas US$ 0,50 miliar. Kemudian, jumlah impor yang naik signifikan sebesar 11,28 persen menjadi US$16,09 miliar dibandingkan dengan Maret 2018 yang hanya US$14,46 miliar.

"(Adanya) kenaikan impor baik dari sisi migas dan non migas, terutama barang konsumsi tapi itu wajar karena jelang bulan puasa," kata Suhariyanto di kantor BPS, Selasa (15/5/2018).

Kecuk sapaan akrab Suhariyanyo merincikan impor barang konsumsi mencapai US$1,51 miliar atau naik 25,86 persen dibandingkan Maret 2018.
Selanjutnya, impor dari bahan baku atau penolong dan barang modal masing-masing naik 10,73 persen dan 6,59 persen secara bulanan.

Namun, lanjut dia, kontribusi barang konsumsi sebenarnya kecil hanya 9,39 persen. Menurut Kecuk, paling banyak masih dari bahan baku atau penolong sebesar 74,32 persen dan barang modal sebesar 16,29 persen.

Meski begitu, Kecuk mengatakan kenaikan impor dari bahan baku atau penolong dan barang modal akan lebih menggerakkan industri dalam negeri dan kegiatan ekspansi perusahaan. [hid]

Komentar

x