Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 20:37 WIB

Kenapa Ekspor Bulan April Turun 7,9%?

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 15 Mei 2018 | 15:54 WIB
Kenapa Ekspor Bulan April Turun 7,9%?
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada bulan April 2018 ini menurun 7,9 persen dibandingkan dengan Maret 2018. Adapun Nilai ekspor di bulan April ini hanya US$4,47 miliar.

Sedangkan nilai ekspor Indonesia Januari-April 2018 mencapai US$58,74 miliar atau meningkat 8,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$53,30 miliar atau meningkat 9,27 persen.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto bilang, penurunan nilai ekspor ini terjadi dibeberapa sektor. Antara lain ekspor nonmigas April 2018 mencapai US$13,28 miliar, atau turun 6,8 persen dibanding Maret 2018 yakni sebesar US$14,25 miliar.

"Sementara dibanding ekspor nonmigas April 2017 naik 8,55 persen," kata Kecuk sapaan karib Suhariyanto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Kecuk merincikan, penurunan terbesar ekspor nonmigas April 2018 terhadap Maret 2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$416,4 juta (18,18 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$72,5 juta (12,59 persen).

Sedangkan menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-April 2018 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$10,03 miliar (17,08 persen), diikuti Jawa Timur USD 6,31 miliar (10,75 persen) dan Kalimantan Timur US$5,94 miliar (10,11 persen).

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari April 2018 naik 5,32 persen dibanding periode yang sama 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 33,38 persen. Sementara, ekspor hasil pertanian turun 5,05 persen.


Ekspor nonmigas Maret 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,82 miliar, disusul Amerika Serikat USD 1,43 miliar dan Jepang US$1,39 miliar, dengan kontribusi ketganya mencapai 34,95 persen. "Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,39 miliar," ujar dia. [hid]

Komentar

x