Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 28 Mei 2018 | 02:48 WIB
 

Menkeu Kejar Ekonomi Tumbuh di 5,4%

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 15 Mei 2018 | 16:03 WIB
Menkeu Kejar Ekonomi Tumbuh di 5,4%
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati tetap berusaha menjaga pertumbuhan ekonomi di tingkat 5,4%. mengungkapkan

Hal tersebut ia ungkapkan pada acara Annual Bankers Gathering di Jakarta, Selasa (15/5/2018). "Tahun ini, kita tetap berharap growth kita tetap di 5,4%. Pemerintah tetap bekerja keras untuk kuartal dua, tiga dan empat ini untuk momentumnya tumbuh mendekati 5,4%," katanya.

Sektor perbankan adalah sektor yang sangat penting, tambahnya. Selain defisit yang dijaga agar tetap rendah oleh pemerintah, peran sektor perbankan dari sisi financing juga penting dalam menciptakan kesempatan kerja dan penguatan ekonomi.

"Ini yang saya inginkan, sektor perbankan ikut (berperan aktif) mengkomunikasikan (kebijakan) kepada komunitas investor. Dalam situasi terjadi goncangan di luar lebih penting bagi kita makin merapatkan (barisan) bersatu bersinergi antara Pemerintah, sektor swasta, dan tentu saja masyarakat secara keseluruhan," paparnya.

Lebih lanjut, Menkeu juga menyampaikan tantangan untuk mencapai pertumbuhan tersebut upaya yang dilakukan adalah mendapatkan penerimaan negara baik dari pajak maupun non pajak tapi dengan tetap mampu memberikan insentif bagi perekonomian. Selain itu, tentunya meningkatkan kualitas belanja agar tercapai pembangunan yang berkelanjutan terutama di bidang kesehatan, SDM, serta jaminan kesejahteraan nasional.

"Berbagai reform di pajak maupun Bea Cukai (terus dilakukan), kita agresif menyampaikan pesan kepatuhan itu penting tetapi kami juga memperbaiki pelayanan kami," papar Menkeu.

Untuk semakin meyakinkan para CEO perbankan yang hadir, Menkeu pun mengungkapkan berbagai skema insentif perpajakan. Salah satunya adalah pemberian tax holiday dan tax allowance dengan kompensasi kerugian diperpanjang dari 5 tahun menjadi 10 tahun.

Ini berlaku bagi perusahaan dengan kapasitas baru sehingga investor dapat fokus meningkatkan investasi mereka. Diharapkan dengan adanya skema ini, industrialisasi di Indonesia dapat segera ditingkatkan. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x