Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 02:47 WIB
 

Ekspor Via Priok Hemat 20% Bikin Jokowi Sumringah

Oleh : - | Rabu, 16 Mei 2018 | 00:29 WIB
Ekspor Via Priok Hemat 20% Bikin Jokowi Sumringah
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo cukup puas lantaran ekspor sudah bisa menggunakan kapal berkapasitas besar hingga 10.000 TEUs di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dampaknya, biaya logistik bisa semakin murah alias hemat. "Dengan kapal besar ini akan menurunkan biaya logistik yang sangat besar," kata Jokowi di Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018).

Dalam kesempatan itu, Jokowi meninjau infrastruktur pelabuhan, sekaligus melepas ekspor komoditas dengan kapal kontainer raksasa ke berbagai negara, khususnya Amerika Serikat (AS) dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Ekspor diberangkatkan dengan Kapal MV CMA CGM TAGE yang merupakan kapal besar dengan layanan Java-America Express (JAX) Service. Kapal ini secara rutin melayari rute Tanjung Priok menuju West Coast (Los Angeles & Oakland) AS (direct call).

Jokowi mengatakan, ekspor dengan kapal besar tersebut, bisa menghemat biaya logistik hingga US$300 per kontainer atau setara 20%. "Dan ini akan memberikan daya saing produk-produk terhadap produk-produk dari negara lain dan sore hari ini yang dikirim yaitu produk-produk alas kaki, produk-produk garmen, dan produk-produk elektronik, dan juga banyak lagi yang lain," kata Jokowi.

Ia menegaskan bahwa ekspor yang diberangkatkan bukan bahan mentah tetapi sudah berupa bahan-bahan produksi dan produk-produk industri.
"Ini yang kita harapkan akan meningkatkan ekspor kita," katanya.

Pelabuhan Tanjung Priok, kini mampu melayani kapal kontainer berkapasitas 10.000 TEUs. Dengan bersandarnya kapal MV CMA CGM TAGE di Tanjung Priok, membuktikan bahwa infrastruktur Indonesia telah siap dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan kapal besar. Diharapkan, pemerintah menetapkan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Transshipment Port.

Hal ini juga dianggap berperan penting untuk menurunkan biaya logistik di Indonesia. Sebelumnya, kargo-kargo ekspor Indonesia harus dikirimkan melalui pelabuhan di negara lain. Dengan adanya layanan direct call ini, eksportir bisa menghemat biaya dan waktu pengiriman barang menuju AS. [tar]

Komentar

 
x