Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 15:25 WIB
 

Garuda: 4 Tahun Jokowi, Infrastruktur RI Kinclong

Oleh : - | Rabu, 16 Mei 2018 | 14:15 WIB
Garuda: 4 Tahun Jokowi, Infrastruktur RI Kinclong
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menjelang empat tahun pemerintahan Joko Widodo, sejumlah keberhasilan berhasil diraih. Khususnya pembangunan sektor infrastruktur yang semakin mengarah kepada melesatnya perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Koordinator Nasional Gerakan Relawan Muda (Garuda), Aris Mandji kepada media di Jakarta, Rabu (16/5/2018). Kata Arman, sapaan akrab tokoh muda asal Makassar ini, suka atau tidak suka, pemerintahan Jokowi berhasil meningkatkan kualitas infrastruktur di tanah air. Bukan tidak mungkin, ketertinggalan Indonesia di sektor ini bisa tertutupi.

"Dampaknya tidak hanya koneksitas antar pulau yang makin kuat dan efisien; biaya logistik juga semakin murah dan distribusi kebutuhan primer semakin lancar, membuahkan inflasi yang terkendali. Keberhasilan pengendalian harga kebutuhan pokok pada saat lebaran misalnya," kata Arman.

Di sisi lain, kata Arman, Garuda mengapresiasi model kepemimpinan Jokowi yang merakyat. Karakter mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini, begitu sederhana, taktis dan sangat peduli akan kepentingan rakyatnya. Mudah bergerak ke bawah dan menjadikan dialog langsung dengan rakyat sebagai pola dalam menyerap aspirasi.

"Model kepemimpinan Pak Jokowi ini menjadi strong point beliau, dan menggambarkan aliansi sempurna dengan rakyat. Model ini sekaligus menjadi benteng yang paling tangguh menghadapi gempuran tokoh-tokoh lain hanya karena ambisi politiknya untuk pemilu 2019," tegas Aris.

Kata dia, era Jokowi dan Jusuf Kalla, berhasilmenekan angka pengangguran hingga level terandah dalam 18 tahun terakhir. Saat ini berada di kisaran 5,3%. selain itu, tingkat ketimpangan mulai ditekan ke level 0,393%.

Termasuk angka harapan hidup terus meningkat, ditandai dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Sejahtera yang secara masif dibagikan kepada rakyat dhuafa alias miskin.

Dalam waktu tiga tahun, kata Arman, Jokowi berhasil membangun jalan tol sepanjang 568 kilometer, jalan nasional 2.000 kilometer, perumahan sebanyak 2,2 juta unit, pembangunan irigasi 900 hektar dan 9 unit bendungan.

"Memasuki tahun keempat Presiden Jokowi terus mengkonsolidasi Kabinet Kerja nya untuk membangun spirit dan ghairah menyelesaikan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam aspek pembangunan insfrastruktur," kata Aris.

Poin positif lainnya, lanjut Arman, Jokowi konsisten dalam membangun Papua. Daerah yang disinyalir paling terisolir dan tertinggal itu, menjadi fokus Jokowi.

Trans Papua, kata Arman, dibangun agar ketimpangan infrastruktur antara Indonesia bagian barat, tengah, dan timur, tidak semakin menjulang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Zeni TNI Angkatan Darat, tengah menyelesaikan pembangunan jalan trans Papua sepanjang 4.330,07 kilometer.

"Pada akhir 2019 ditargetkan jalan yang belum tembus sepanjang 366 kilometer bisa tersambung. Berkat Trans Papua, konektivitas antar daerah yang disinyalir sebagian besar perbukitan dan pegunungan itu menjadi tersambung. Inilah wujud nyata dari sila kelima; keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu kebutuhan insfrastruktur lain terus dibangun Presiden Jokowi, mulai dari pelabuhan, dan bandara," kata Aris.

Keluh kesah soal listrik, kata dia, lambat laun mulai menemukan jalan keluar. Pada Mei lalu, Jokowi meresmikan pembangkit listrik di Papua dan Papua Barat. Hingga kini, kebutuhan setrum di Papua dan Papua Barat mencapai 280 Mega Watt (MW). Sampai 2019, produksi listrik di daerah tersebut bisa mencapai 730 MW. Atau dua kali lipat dari kebutuhan.

"Pada 72 Tahun Kemerdekaan RI, desa-desa di pegunungan Papua, bermandikan cahaya listrik di malam hari. Salah satu yang mendapat sorotan kisah kehadiran pemerintah di Desa Ampas, Kabupaten Keerom, Papua. Dari berbagai keberhasilan itu, saya kira Jokowi sangat layak dua periodde," tukas Arman. [tar]

Komentar

 
x