Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 05:36 WIB

Kementan Gelar Pangan Murah di 100 Titik

Rabu, 16 Mei 2018 | 13:54 WIB

Berita Terkait

Kementan Gelar Pangan Murah di 100 Titik
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idulfitri Tahun 2018, ketersediaan pangan strategis secara umum menunjukkan kondisi aman.

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan beberapa langkah strategis untuk mengendalikan harga pangan, antara lain dengan membangun network pelaku distribusi dari wilayah sentra dan DKI Jakarta.

"Untuk memudahkan masyarakat membeli pangan murah berkualitas, kami melakukan Gelar Pangan Murah (GPM) di 100 titik," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, setelah melakukan kunjungan beberapa pasar di Jakarta, Rabu (16/5/2018). Sehari sebelumnya, BKP melakukan kerja sama antara PD Pasar Jaya dengan beberapa asosiasi pengusaha daging sapi/ kerbau beku di Kantor BKP.

Lokasi Gelar Pangan Murah di 100 titik tersebut tersebar antara lain di 5 wilayah DKI Jakarta, Depok, Bogor dan Bekasi. Menurut Agung, pihaknya juga melakukan monitoring pasokan dan harga pangan serta dukungan informasi dan database pasokan dan harga.

"Selain itu juga dilakukan optimalisasi satgas pangan dalam melakukan pengamanan stabilitas harga pangan. Dan juga apel siaga TTI dan PUPM di beberapa provinsi," tambah Agung.

Dengan upaya-upaya tersebut, Agung berharap masyarakat bisa lebih tenang dan nyaman mendapatkan kebutuhan pangannya.

Berdasarkan prognosa, ketersediaan produksi pangan strategis pada periode Mei-Juni 208 tercatat sebagai berikut: Beras (8,15 juta ton); Jagung (4,5 juta ton); Kedelai (212 ribu ton); Bawang Merah (252 ribu ton); Cabai Besar (224 ribu ton); Cabai Rawit ( 178 ribu ton); Daging Sapi (75,4 ribu ton); Daging Ayam Ras (626 Ribu ton); Telur Ayam (204 ribu ton); minyak goreng (4,6 juta ton); dan Gula Pasir (529 ribu ton)

Khusus kedelai dan daging sapi, dari produksi yang dihasilkan dalam negeri memang mengalami kekurangan untuk mencukupi kebutuhan pada periode tersebut. Tercatat kedelai mengalami defisit sebanyak 297 ribu ton dan daging sapi mengalami defisit sebanyak 41 ribu ton.

Namun, kekurangan dari produksi daging sapi/kerbau dalam negeri tersebut ditutupi dari luar negeri baik sapi bakalan yang siap dipotong bulan mei-juni serta impor daging sapi/kerbau untuk memenuhi bulan juni sekitar 48.206 ton sehingga terdapat surplus sekitar 7 ribu ton.

Kondisi ketersediaan pangan diperkuat juga dengan stok beberapa pangan di Perum Bulog yang sampai dengan 15 Mei 2018, beras (1,24 juta ton); jagung (203 ton); daging kerbau (4.161 ton); gula pasir (187.881 ton), dan minyak goreng (5,54 juta liter). Begitu juga stok beras di PIBC Jakarta per 15 Mei 2018 sebesar 44.225 ton masih di atas batas normal 30.000 ton. [*]

Komentar

x