Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 02:35 WIB
 

Jurus Pertamina Cegah Penyelewengan BBM Subsidi

Oleh : - | Kamis, 17 Mei 2018 | 00:39 WIB
Jurus Pertamina Cegah Penyelewengan BBM Subsidi
Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyebut rencana pemasangan sistem teknologi informasi (IT) terbaru di ujung noozle penyalur BBM di SPBU untuk mencegah kecurangan BBM subsidi.

"Dengan cara ini, noozle akan lebih akurat sehingga tidak terjadi kecurangan dalam penyaluran BBM bersubsidi," kata Nicke dalam jumpa pers di kantor Badan Pengawas Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Nicke menyatakan, pemasangan perangkat IT di noozle BBM, sangat diperlukan dalam rangka memverifikasi data akurat penyaluran BBM bersubsidi.

Menurut dia, saat ini, Pertamina sepakat untuk membangun sistem IT terbaru dengan membentum kelompok kerja dengan sejumlah pihak terkait guna merumuskan tahapan implementasinya.

Mantan Direkstur PLN ini mengungkapkan keinginan untuk bersinergi dengan sejumlah BUMN untuk mengembangkan sistem IT yang masif ini.

Sementara, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengemukakan rencana pemasangan IT di noozle BBM terkoneksi langsung dengan BPH Migas dan Kementerian Keuangan."Pertamina telah menyanggupi untum membangun IT noozle' itu," kata Kepala BPH Migas.

Fanshurullah mengharapkan agar tidak terulang lagi kegagalan seperti pemasangan RFID di masa lalu.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah mengimplementasikan teknologi baru yaitu Vapour Recovery Unit (VRU) di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta.

Inovasi pertama dalam sejarah Pertamina ini akan meningkatkan efisensi TBBM sekaligus menurunkan kadar kandungan berbahaya uap BBM di sekitar area TBBM.

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo menjelaskan, sebelum pemanfaatan VRU uap BBM yang terbentuk saat operasi penerimaan, penimbunan, dan penyaluran terbuang sempurna, melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (8/5).

"Dengan implementasi VRU ini, uap BBM di sirkulasi kembali sehingga dapat mengurangi losses penguapan, mengurangi resiko safety, dan menurunkan kadar kandungan berbahaya uap BBM di sekitar area TBBM," jelas Gandhi.

Gandhi menambahkan, VRU mulai digunakan pada Februari 2018. Sistem VRU tersambung ke jalur pengisian mobil tangki dan tangki timbun. Uap BBM yang biasanya terjadi saat proses penerimaan, penimbunan, dan penyaluran dikelola kembali sehingga bisa menjadi cairan BBM jenis premium. Hingga April 2018, tercatat TBBM Plumpang mampu menghasilkan volume BBM dari VRU sebanyak 1,20 juta liter.[tar]

Komentar

 
x