Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:48 WIB

MTS Borong Garam Rakyat dengan Harga Oke

Kamis, 17 Mei 2018 | 20:38 WIB

Berita Terkait

MTS Borong Garam Rakyat dengan Harga Oke
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Pamekasan - Polemik impor garam industri yang sempat membuat para petani garam resah, beberapa waktu lalu, kini terbantahkan. Lantaran garam petani dibeli swasta dengan harga yang cukup tinggi.

Minggu lalu, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar secara tertutup oleh DPRD Pamekasan, meminta Pemekab Pamekasan untuk memperketat pengawasan terhadap para importir garam.

Dan, pihak petani garam Kabupaten Pamekasan, tidak keberatan dengan adanya impor garam yang dilakukan perusahaan garam, baik PT Mitra Tunggal Swakarsa (MTS) maupun perusahaan garam lain di Kabupaten Pamekasan.

Dengan syarat, para importir itu bisa menyerap garam rakyat dengan harga maksimal. Selain itu, ada jaminan bahwa garam impor dipergunakan untuk industri bukan konsumsi.

Pihak PT Mitra Tunggal Swakarsa (MTS) yang selama ini menjadi sorotan petani dan warga menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan semua yang diputuskan dalam RDP tersebut. Bahkan, upaya menyerap garam lokal sudah dilakukan sebelum RDP digelar.

Public Relation MTS, Ardi Setya Budi menyampaikan, perusahaan MTS sudah menyerap garam petani kurang lebih 10 ribu ton yang terdiri dari wilayah Sumenep, Pamekasan dan Sampang. "Harga yang kita kasih adalah harga yang tertinggi. Saat itu artinya kita tidak beli garam petani dengan harga murah," terang Ardi dalam rilis kepada media, Kamis (17/5/2018).

Ardi mengatakan, serapan garam rakyat yang dilakukan Mitra Tunggal Swakarsa merupakan upaya untuk menciptakan stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan para petani garam setempat. Saat ini, MTS telah menjadi alternatif bagi para petani dalam menjual hasil garam mereka.

"Komitmen kami PT Mitra Tunggal Swakarsa adalah mensejahterakan dan mengembangkan petani kita dan telah membina hubungan yang baik bersama petani dalam menjaga komitmen bersama. Kami juga berikan dana CSR untuk bantuan musholah dan masjid yang berada disekitar lingkungan petani garam," terang Ardi. [tar]

Komentar

x