Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:29 WIB

BI Yakin Konsumsi Bisa Topang Ekonomi 2018

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 18 Mei 2018 | 06:26 WIB

Berita Terkait

BI Yakin Konsumsi Bisa Topang Ekonomi 2018
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menyebut ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun pada triwulan I-2018 hanya 5,06%, atau jauh dari target APBN 2018 yaiti sebesar 5,4%, .

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2018, tetap kuat didukung oleh permintaan domestik," kata Agus di kantor BI, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dia membandingkan pertumbuhan ekonomi dengan tahun 2017 yang lalu pada triwulan yang sama. Jelas saja apabila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu, hasilnya lebih meningkat.

"Lebih tinggi bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,01 persen, ditopang investasi yang naik dan konsumsi swasta yang tetap kuat," ujar Agus.

Demikian juga di sektor investasi apabila dibandingkan tahun lalu meningkat. Investasi tumbuh tinggi, sebesar 7,95% yoy meningkat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya 7,27 persen yoy. "Sehingga merupakan capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir," kata Agus.

Ia merinci, pertumbuhan investasi didorong investasi nonbangunan yang membaik untuk mendukung kebutuhan proses produksi yang meningkat. Investasi bangunan juga masih tumbuh tinggi seiring dengan proyek infrastruktur Pemerintah.

Sementara konsumsi swasta yang tetap kuat terutama didorong oleh meningkatnya belanja terkait penyelenggaraan Pilkada. Kuatnya permintaan domestik kemudian mendorong pertumbuhan impor yang cukup tinggi, khususnya impor barang modal dan bahan baku.

"Sementara itu, ekspor tetap tumbuh, meskipun melambat dibanding dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya," kata dia.

Agus menjelaskan, secara spasial, perbaikan kinerja ekonomi terjadi di wilayah Jawa, Bali, Maluku, dan Papua. "Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2018 tetap berada pada kisaran 5,1-5,5%," ujar Agus. [hid]

Komentar

Embed Widget
x