Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:53 WIB

Rupiah Tembus Rp14.100,

BI: Rupiah Belum Parah

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 18 Mei 2018 | 14:45 WIB

Berita Terkait

BI: Rupiah Belum Parah
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo bilang pelemahan mata uang garuda tidaklah separah dengan pelemahan mata uang negara emerging market yang lain.

Walaupun saat ini kurs rupiah terhadap dolar AS sedang terpuruk. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar AS (Jisdor), hari ini posisi mata uang Garuda menembus level Rp14.100 per dolar AS tepatnya Rp14.107 per dolar AS. Angka itu lebih lemah dibandingkan posisi kemarin yang masih di level Rp 14.074 dolar AS.

"Pelemahan rupiah tidak sedalam dengan negara emerging lainnya," kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Agus menegaskan bank sentral dalam memperkuat kembali mata uang rupiah sudah berjalan dengan baik. Meskipun sempat ada tekanan pada rupiah sejak akhir 2017 persis pada Februari 2017 hingga Mei 2018 dapat dikelola dengan baik.

"Ini didukung oleh upaya stabilisasi BI yang dilakukan dengan mendorong mekanisme pasar dan ketersediaan valas di pasar keuangan," ujarnya. [hid]

Meskipun begitu kata Agus, BI tetap mewaspadai kerentanan ini dengan seksama untuk memitigasi dan mengurangi risiko terhadap sistem keuangan dalam negeri.

Saat ini kata dia stabilitas sistem keuangan Indonesia masih terjaga dengan baik, hal ini ditunjukkan oleh indeks stabilitas keuangan yang berada di zona normal.

Stabilitas sistem keuangan yang terjaga tercermin pada rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan yang cukup tinggi mencapai 22,5% dan rasio likuiditas (AL/DPK) yang masih aman yaitu sebesar 21,2% pada Maret 2018.

Di samping itu, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) menurun menjadi 2,75% (gross) atau 1,25% (net) pada Maret 2018. Stabilitas sistem keuangan yang terjaga ini berkontribusi positif pada perbaikan fungsi intermediasi perbankan.

Rata-rata suku bunga deposito dan kredit rupiah masih menurun, meski terbatas, menjadi 5,84% dan 11,20% pada Maret 2018. Pertumbuhan kredit pada Maret 2018 tercatat sebesar 8,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,2% (yoy).

Komentar

x