Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 17:15 WIB

Risma: Teror Bom Guncang Perekonomian Surabaya

Oleh : - | Senin, 21 Mei 2018 | 01:39 WIB
Risma: Teror Bom Guncang Perekonomian Surabaya
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Pekan lalu, Kota Surabaya diberondong teror bom. Tak hanya menimbulkan ketakutan, perekonomian ikut melambat.

Adanya perlambatan ekonomi diakui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pasca ledakan bom di tiga gereja, rusun Sidoarjo dan Mapolrestabes Surabaya pada Minggu dan Senin lalu (14/5/2018).

Risma mengatakan, peristiwa ledakan bom yang mengakibatkan belasan orang meninggal dan puluhan orang luka-luka tidak hanya membuat warga Surabaya khawatir dan takut, melainkan juga berdampak pada roda perekonomian di Surabaya."Ya agak turun tapi mudah-mudahan cepat normal kembali," kata Risma di Surabaya, Minggu (20/5/2018)

Ke depan, Risma berharap, situasi dan kondisi di Kota Surabaya, bisa segera pulih dan kondusif. Sehingga warga bisa melakukan aktivitas seperti biasa, investor tidak khawatir untuk berinvestasi di Surabaya.

Hal sama dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya, Jamhadi, tidak menyangka bakal terjadinya teror bom di Surabaya yang terkenal aman dan nyaman.

"Dengan adanya kejadian itu tentu, semua pihak yang ada di Surabaya harus merapatkan barisan menunjukkan ke dunia luar bahwa di Surabaya aman untuk tinggal, wisata dan bisnis," kata Jamhadi.

Jamhadi bilang, salah satu yang sudah dilakukan Kadin Surabaya adalah dengan memberikan penjelaskan kepada para tamu luar negeri di acara pertemuan Surabaya Bisnis Forum di Hotel Bumi Surabaya pada 16 Mei 2018. "Kami jelaskan kepada para tamu bahwa Surabaya dan Jatim aman," katanya.

Sebelumnya, Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur, Mohammad Supriyadi, menyatakan bahwa aksi terorisme berupa peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo, menurunkan kepercayaan investor.
"Dari sisi produksi, mencegah para pekerja untuk masuk kerja atau melakukan kegiatan produksi," kata Supriyadi

Selain itu, lanjut dia, dari sisi logistik, adanya razia, pengamanan dan penutupan jalan mengganggu distribusi logistik regional. Secara makro mengganggu roda ekonomi baik mingguan, maupun bulanan, sehingga pertumbuhan ekonomi triwulanan terganggu. "Dari sisi konsumsi juga mengurangi jumlah total konsumsi karena adanya penurunan pengunjung pada pusat perbelanjaan ritel maupun grosir," kata Supriyadi. [tar]

Komentar

Embed Widget

x