Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 22:40 WIB

Pengamat: Sebaiknya BI Naikan Suku Bunga Lagi

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 21 Mei 2018 | 02:15 WIB

Berita Terkait

Pengamat: Sebaiknya BI Naikan Suku Bunga Lagi
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia sedang tidak baik. Kenaikan suku bunga acuan pun tidak akan membuat rupiah menguat.

"Fundamental ekonominya yang diperbaikin. Harus dorong lewat stimulus fiskal," kata Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Selain memperbaiki fundamental ekonomi, pemerintah lewat Bank Indonesia (BI) kembali menaikan suku bunga acuan. Sebab, kata dia, kenaikan suku bunga kemarin tak direspons baik oleh pasar.

"Dari sisi moneter Bulan Juni BI bisa naikan bunga acuan 25 bps lagi," ujar dia.

BI yang digawangi oleh Agus Martowardojo daam hasil rapat bulanan Gubernur BI menaikian suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Sehingga suku bunga acuan sebesar 4,50 persen.

Namun, langkah BI yang menaikan suku bunga acuan dinilai sudah terlambat. Sehingga keputusan tersebut tak berpengaruh pada rupiah.

Dimana sejak BI yang dipimpin oleh Agus Martowardojo menaikan suku bunga acuan, rupiah melemah lagi. Bahkan tembuh di angka Rp14.147.

"Efek dari kenaikan bunga acuan BI memang tidak terlalu berdampak positif ke pelaku pasar karena hanya naik 25 bps menjadi 4,5%. Respon BI agak terlambat dan hanya naik 25 bps bukan 50 bps," kata dia.

Menurut Bhima, sebagian investor sebelumnya sudah melakukan price in atau antisipasi kebijakan bunga acuan ke harga saham. Dengan demikian, langkah BI pun tidak terlalu berpengaruh kepada mata uang Garuda.

"Faktor lain karena Dolar Index terus mengalami kenaikan dalam 1 bulan terakhir menjadi 93,4. Dolar Index merupakan perbandingan kurs dolar AS dengan 6 mata uang paling dominan di dunia. Jika dolar index naik artinya secara rata rata mata uang dolar semakin perkasa," kata dia. [jin]

Komentar

x