Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 00:23 WIB
 

Pasca Aksi Bomber

Suroboyo Wani, Kadin Optimis Pulihnya Ekonomi

Oleh : - | Senin, 21 Mei 2018 | 07:09 WIB
Suroboyo Wani, Kadin Optimis Pulihnya Ekonomi
Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya optimis perekonomian Surabaya pasca diguncang serentetan teror bom, pekan lalu.

Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi di Surabaya, Minggu (20/5/2018), mengatakan, saat ini, ada beberapa perusahaan dari 36 negara yang telah 10 tahun beroperasi di Jawa Timur dan Surabaya melalui investasi langsung.
"Mereka, 36 negara sudah membuktikan. Selama ini aman-aman saja," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, dampak atas kejadian teror bom di Surabaya tetap ada. Hanya saja sifatnya sesaat, khususnya bagi para investor yang mau dan akan berinvestasi ke Kota Surabaya. "Tapi bagi perusahaan-perusahaan yang sudah lama beroperasi di Surabaya tetap baik-baik saja," ujar Jamhadi.

Selain itu, lanjut dia, menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Indonesia, tentu ada sedikit eskalasi emosi.Kadin berharap, masyarakat bersama-sama aparat keamanan saling bekerja sama dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan masing-masing. "Ini perlu dilakukan agar kehidupan bertetangga dan bernegara bisa damai dan bisnis bisa berjalan normal dan lebih baik lagi," kata Jamhadi.

Saat ini, lanjut dia, peringkat Indonesia untuk negara berisiko, berada di urutan 57 dari 190 negara di dunia. Artinya, Indonesia masih cukup menarik di mata investor, maupun turis asing. "Memang teroris itu sedang melanda banyak negara termasuk di London beberapa waktu lalu dan mereka memeranginya," kata Jamhadi.

Begitu juga di Surabaya, Jamhadi mengatakan, bahwa para pelaku usaha dan investor tidak takut berbisnis atau berinvestasi. Hal ini dibuktikan dengan tetap digelarnya Surabaya Bisnis Forum yang dihadiri delegasi dari Singapura di Hotel Bumi Surabaya pada 16 Mei. "Itu artinya mereka masih percaya keamanan dan kenyamanan di sini pulih kembali," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga sudah mengetahui adanya peringatan dari beberapa negara agar warganya tidak melakukan perjalanan ke Surabaya sementara waktu. "Ini kita harus jelaskan bahwa keamanan di Surabaya sudah pulih. Jika keamanan bagus maka ekonomi normal kembali," kata Jamhadi. [tar]

Komentar

 
Embed Widget

x