Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 09:15 WIB

Realisasi Investasi di Kaltim tak Seindah Rencana

Senin, 21 Mei 2018 | 14:15 WIB

Berita Terkait

Realisasi Investasi di Kaltim tak Seindah Rencana
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Samarinda - Nilai investasi di Kalimantan Timur pada triwulan I-2018, mencapai Rp4,77 triliun. Baik berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun dari Penanaman Modal Asing (PMA).

"Untuk rencana investasi Kaltim triwulan I sebenarnya nilainya lebih dari Rp17,26 triliun, namun laporan realisasinya baru tercatat Rp4,77 triliun," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Diddy Rusdiansyah di Samarinda, Senin (21/5/2018).

Apabila dihitung berdasarkan target realisasi investasi sepanjang 2018, sebesar Rp38,60 triliun. Maka capaian investasi triwulan I-2018 yang tercatat Rp4,77 triliun. Artinya pencapaiannya baru mencapai 12,36%.

Ia menjelaskan, salah satu faktor penyebab belum maksimalnya realisasi investasi di triwulan I karena masih banyak perusahaan yang belum menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM).

Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan masih banyak data realisasi investasi yang belum masuk dalam basis data realisasi investasi, padahal sangat dimungkinkan perusahaan tersebut sudah merealisasikan kegiatan investasinya.

Menurutnya, terget realisasi investasi 2018 yang ditetapkan Rp38,60 triliun itu dengan rincian sebesar Rp13,51 triliun dari PMDN dan senilai Rp25,09 triliun dari PMA.

Ia juga mengatakan bahwa target realisasi investasi tahun 2017 mengalami penyesuaian dari target Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Provinsi Kaltim sebesar Rp41,69 triliun, menjadi Rp34,97 triliun sesuai target dari Badan Koordinasi Penaman Modal (BKPM).

Begitu pula target realisasi investasi tahun 2018 juga mengalami penyesuaian,yakni dari target RUPM sebesar Rp44,19 triliun turun menjadi Rp 38,60 triliun sesuai dengan target BKPM).

Ia menjelaskan bahwa penyesuaiaan dilakukan mengingat kondisi ekonomi Kaltim yang diprediksikan masih fluktuatif.

Bahkan, katanya, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2018 berada pada kisaran 2,5-2,9% secara year on year (yoy), lebih lambat ketimbang proyeksi pertumbuhan 2017 yang diproyeksi 3,0-3,4% (yoy).

"Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi Kaltim pada tahun ini disebabkan oleh terbatasnya pemulihan ekonomi pada sektor utama, yakni pertambangan batu bara, karena sektor ini masih menjadi penggerak utama roda ekonomi di Kaltim," ujar Diddy. [tar]

Komentar

x