Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 15:49 WIB

Beras Impor Ditambah, DPR Pertanyakan Enggar

Selasa, 22 Mei 2018 | 03:09 WIB

Berita Terkait

Beras Impor Ditambah, DPR Pertanyakan Enggar
Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto mempertanyakan rencana Kementerian Perdagangan menambah impor beras. Padahal, Perum Bulog menyatakan beras saat ini, mencukupi.

Sebagaimana diwartakan, Perum Bulog berencana menjual beras renceng dalam bentuk sachet agar masyarakat kelas terbawah tetap bisa mengonsumsi nasi dengan harga yang relatif terjangkau.

Kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/5/2018), Dito mengatakan perlunya keseimbangan dalam menentukan harga beras di tengah masyarakat. Sehingga tidak memberatkan warga atau merugikan petani yang memproduksinya.

"Yang terpenting sekarang adalah menjaga harga beras ke konsumen bagus, begitu juga dengan harga dari petani ke produsen bagus," kata politisi senior Partai Golkar ini.

Menurut mantan anggota Komisi VII DPR ini, apabila harga beli gabah atau beras bagus, akan mendorong usaha petani bertumbuh. Intinya, pemerintah jangan hanya berpatokan kepada harga beras murah demi mengakomodir konsumen.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam audiensi dengan media di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (14/5/2018), mengatakan, beras renceng akan dijual dalam kemasan 250 gram dan 500 gram. Dibanderol dengan harga termurah Rp2.000 per bungkus.

Ia menjelaskan, solusi beras renceng ini, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan beras terjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sehingga warung-warung kecil bisa menyediakan beras renceng ini, layaknya kopi atau mi instan yang harganya murah.

Sementara, Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta pelaku usaha untuk menyalurkan beras kualitas medium ke pasar rakyat. Guna memastikan pasokan dan harga bahan pokok tersebut stabil sebelum memasuki bulan Ramadhan yang jatuh pada Mei 2018.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan, Kasan mengatakan, mulai 13 April 2018 Kemendag mewajibkan seluruh pedagang pasar rakyat untuk menyediakan beras medium dan menjualnya sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sejalan dengan hal tersebut, ritel modern juga diwajibkan untuk menyediakan beras premium yang dijual sesuai dengan ketentuan HET. [tar]

Komentar

x