Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 15:00 WIB
 

Jelang Pensiun

Agus Curhat Beratnya Jaga Moneter

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 22 Mei 2018 | 17:07 WIB
Agus Curhat Beratnya Jaga Moneter
Gubernur BI Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mendekati masa pensiun sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 25 Mei 2018 nanti, Agus Martowardojo mengeluarkan unek-uneknya menjaga stabilitas rupiah selama ini.

Curhatan Agus disampaikan saat melakukan rapat kerja untuk yang terakhir dengan Komisi XI DPR RI. Agus telah menjabat sebagai Gubernur BI sejak tahun 2013 lalu.

"Perjalanan tugas kami pada 2013 diawali dengan perekonomian yang cukup sulit, hanya selang 2 hari ketika kami menjabat, bank sentral AS the Fed berikan sinyal akan mengkurangi stimulus moneter," kata Agus saat Raker di Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Selang beberapa tahun kemudian, yakni 2009-2013, AS memberikan kebijakan moneter longgar. Dengan tingkat suku bunga di AS antara 0-0,25 persen dan berlangsung selama tujuh tahun.

Kemudian, efek taper tantrum atau efek pengumuman kebijakan moneter AS tahun 2013 yang langsung memukul kurs sejumlah negara berkembang. Ini membuat efek global berupa pembalikan dana dari negara bekembang ke AS.

"Sejak saat itu, hari demi hari sejak Mei 2013 hingga Agustus 2013, aliran modal portofolio asing terus berlangsung dengan insntivitas yang tinggi dan memberikan tekanan yang kuat pada nilai tukar rupiah," ujar Agus.

"Namun kami mencermati bahwa situasi global dan tantangan eksternal sebenarnya terjadi lebih dari itu, perekonomian global di 2013 diselimuti ketidakpastian yang jadi lebih tinggi pasca krisis di 2008 dan 2009," lanjut Agus.

Kemudian, tantangan berikutnya adalah memasuki era teknologi. Di era ini berdampak positif kepada akses keuangan yang mudah dan murah. Namun, di sisi lain timbul ancaman bagi ketersediaan lapangan kerja dan mengancam pola bisnis yang konvensional.

"Tantangan berikutnya menuntut kewaspadaan yang tinggi seperti cyber crime, di era tekno kita harus waspada agar sistem moneter, sistem pembayaran kuta harus terjaga dgn baik," ujar dia.

Meski demikian, seiring tahun Agus mengaku melalui dengan baik. Hal itu tercermin dari nilai inflasi tahun 2014 adalah 8,38 persen, dan saat ini lebih rendah lagi. [hid]

Komentar

 
x