Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 22:39 WIB

BI Jelaskan Beban Kurs Rupiah

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 22 Mei 2018 | 17:40 WIB

Berita Terkait

BI Jelaskan Beban Kurs Rupiah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, transaksi berjalan tak boleh defisit. Sebab, apabila hal itu terjadi maka Rupiah akan tertekan oleh dolar Amerika Serikat.

Sebab, apabila transaksi berjalan mengalami defisit terlalu tinggi maka dibutuhkan adalah transaksi finansial yang tinggi. Jika tidak mencukupi maka simpanan yang ada di cadangan devisa akan terpakai.

Dengan kondisi itu berarti rupiah akan mengalami tekanan karena kebutuhan dollar AS yang kian meningkat. Namun, kata Agus, hal ini kadang tidak berlaku di dalam negeri.

"Tapi Indonesia, ciri khasnya kalau transaksi berjalannya defisit itu rupiah bisa menguat. Asal ada uang masuk dari luar ke dalam negeri dalam bentuk investasi atau dia beli surat utang kita," kata Agus saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Menurut Agus pelemahan rupiah itu berasal dari bayak hal. Bahkan, dia mengakui suatu sentiman juga bisa membuat rupiah tergerus dolar AS. "Kalau ada sentimen, maaf teroris bom itu bisa berdampak negatif (ke rupiah) kalau diplintir-plintir," ujar Agus.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini menunjukan tren pelemahan. Bahkan hari ini, pukul 15.00 rupiah tembus Rp14.130.

Kondisi ini menunjukan Rupiah menguat 0,35% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Penguatan rupiah menyebabkan harga jual dolar AS di salah satu bank nasional ikut turun. [hid]

Komentar

x