Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 10:22 WIB

Jelang Lengser, Agus Digoyang Neraca Transaksi

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 23 Mei 2018 | 05:09 WIB
Jelang Lengser, Agus Digoyang Neraca Transaksi
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengungkapkan, defisit transaksi berjalan sepanjang 2018 mencapai US$23 miliar. Atau setara 2,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Atau naik dibanding 2017 yang senilai 1,7% dari PDB. Pernyataan ini diungkapkan Agus dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (22/5/2018), mengenai pertanggung-jawabannya menjadi Gubernur BI sejak Mei 2013 hingga Mei 2018.

Sekedar informasi, Agus Marto, sapaan akrab orang nomor satu di BI ini, resmi pensiun Rabu ini (23/5/2018). "Saat 2013-2014, kita tahu defisitnya bisa mencapai 27 miliar dolar AS. Nah pada 2018 ini, defisitnya kira-kira 23 miliar dolar AS. Faktor defisit ini yang menjadi penyebab pelemahan rupiah," ujar Agus.

Hingga kuartal I 2018, neraca transaksi berjalan Indonesia menderita defisit US$5,5 miliar. Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, defisit itu melebar lebih dari dua kali lipat yang sebesar US$2,16 miliar.

Agus belum merinci penyebab perkiraan melebarnya defisit transaksi berjalan pada tahun ini. Namun jika merujuk kuartal I 2018, membesarnya defisit transaksi berjalan, menurut BI, karena peningkatan aktivitas produksi dan investasi yang akhirnya meningkatkan impor barang modal dan bahan baku, melebihi pertumbuhan ekspor. "Defisit itu pula yang membuat rupiah terus tertekan," ujar Agus.

Hingga April 2018, ekspor tumbuh 9,01% (yoy) dari posisi April 2017 menjadi US$14,47 miliar. Sedangkan impor tumbuh 34,68% (yoy) menjadi US$16,09 miliar dari April 2017. [ipe]

Komentar

x