Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:50 WIB

Tunggu 7 Tahun , Produksi Minyak Tembus 2 Juta BPH

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 24 Mei 2018 | 00:39 WIB

Berita Terkait

Tunggu 7 Tahun , Produksi Minyak Tembus 2 Juta BPH
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menargetkan produksi minyak pada 2025 bisa mencapai dua juta barel per hari (bph). Disokong pembangunan dua kilang baru serta peningkatan produksi sejumlah kilang.

Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati bilang, pembangunan dua kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR) di Tuban dan Bontang bisa mencapai target itu. Kemudian, didukung peningkatan kapasitas kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap, Dumai, Balikpapan dan Balongan.

"Kita akan penambahan kapasitas 4 proyek kilang untuk existing, dua baru dengan rencanakan sampai 2025. Sebab hari ini 1 juta barrel per hari tingkat jadi 2 juta," kata Nicke saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Kemudian, kata Nicke, dengan GRR dan RDMP terhadap enam kilang di Cilacap, Dumai, Balikpapan, Balongan, Tuban dan Bontang kualitasnya dapat ditingkatkan. Yakni bisa memenuhi standar Euro2. "Sehingga tingkatkan produksi dari kilang kita. Field production 600,000 bopd, dapat tingkat 3x jadi 1,700,000. Terkait isu lingkungan. KIlang-kilang tersebut akan produksi euro 5," kata dia.

Sementara, berdasarkan jadwal pengerjaan proyek pengembangan kapasitas kilang Balikpapan ditargetkan tuntas pada 2021. Akhir tahun ini, Pertamina akan melakukan tender untuk main plant. Pengerjaan konstruksi tetap dilaksanakan sambil mereview atas FEED. "Itu karena produk masih Euro 2, mau Euro 5 jadi ada tambahan fasilitas. Sehingga bulan Juli untuk evaluasi teknikal bisa selesai. Oktober tanda tangan kontrak," ujar Nicke.

Kemudian pengembangan kilang di Cilacap, lanjut Nicke, Pertamina sedang menggagas kerja sama dengan Aramco. Kemudian untuk pendanaan sudah berhasil disetujui bank. "Sekarang lagi proses spin off asset izin dari Kemen BUMN. Kapasistas meningkat 50.000 BOPD di 2023," kata Nicke.

Ia menambahkan pengembangan kilang Balongan sudah direstui bank. Penambahan kapasitas kilang tersebut bisa sampai 225,000 bopd. Pembangunan kilang di Tuban saat ini masih terkendali lahan, namun solusinya akan menggunakan lahan PT Perkebunan Nasional II. "Opsi ini jadi kita harap progress dari refinery Tuban bisa dilaksanakan sebesar 300,000 BOPD tambah kapasitas," katanya.

Pengembangan kilang di Dumai diharapkan bisa kelar pada 2025 dengan penambahan kapasitas 130.000 BOPD. Sementara pembangunan kilang Bontang sudah memiliki partner dan akan melakukan persetujuan kerja sama pada 2018 dengan target proyek tersebut tuntas pada 2025. "Dengan proyek-proyek tersebut maka kapasitas kilang kita akan meningkat 2x lipat," ujar Nicke. [ipe]

Komentar

x