Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 06:52 WIB

Minyak Mahal, Dirjen Migas Klaim Negara Untung

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 24 Mei 2018 | 02:09 WIB

Berita Terkait

Minyak Mahal, Dirjen Migas Klaim Negara Untung
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kenaikan harga minyak mentah dunia, atau crude oil, dikhawatirkan menambah beban keuangan negara. Lantaran Indonesia adalah pengimpor terbesar. Benarkah?

Hal itu dibantah Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Djoko Siswanto."Kami mendapatkan data dari BKF (Badan Kebijakan Fiskal) setiap 1 dolar kenaikan harga minyak itu penerimaan negara akan bertambah 2,8 T sampai 2,9 T sedangkan bukan subsidi 2,5 T sampai 2,6 jadi masih ada winfall profit sekitar 300 M," kata Djoko saat di Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Mendengar paparan itu, Anggota Komisi VII DPR, Ramson Siagian langsung menyambar dengan pertanyaan. Dia bilang, apabila harga minyak dunia tembus US$80-100 per barel, apa dampaknya terhadap Indonesia?

Djoko menjawab santai. "Kebetulan kami pernah alami subsidi sampai Rp300 triliun, dan pernah mengalami harga minyak yang lebih dari 100 dolar AS per barel. Mudah mudahan dengan pengalaman ini kita masih bisa bertahan untuk mengelola, mengatasi kondisi seperti ini," ujar dia.

"Lebih lebih kita sudah mulai maju penanganannya yang dulu masih subsidi itu kalau harga minyak atau pun kurs nya berubah, maka sunsidi makin besar. Sejak kepemimpinan presiden Jokowi subsidi itu untuk solar fix tidak tergantung kurs maupun tergantung harga minyak. berapapun kurs berapapun harga minyak subsidi tetep 500 rupiah per liter," kata Djoko. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x