Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:48 WIB

Inilah Janji Perry Warjiyo untuk BI

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 24 Mei 2018 | 13:53 WIB

Berita Terkait

Inilah Janji Perry Warjiyo untuk BI
Perry Warjiyo

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berjanji akan menjalankan tugas sebagai orang nomor satu di BI dengan sebaik-baiknya. Sesuai dengan tugas BI menjaga stabilitas ekonomi.

"Saya akan bawa BI Secara penuh menjalankan mandatnya menjaga stabilitas perekonomian. Secara khusus stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah," kata Perry seusai dilantik menjadi Gubernur BI di Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Kata mantan Deputi Gubernur BI ini, dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pihaknha akan memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebab, pertumbukan di sektor ekonomi diyakini membuat rupiah stabil.

"Saya adalah yang pro stability dan juga pro growth. Itu visi saya buat Bank Indonesia," kata dia.

Guna menjalankan mancapai hal itu, kata Perry, BI punya beberapa instrumen. Antara lain, memperkuat efektifitas kebijakan moneter, dan merelaksasi kebijakan makro secara khusus mendorong sektor perumahan.

"Karena sektor perumahan itu sektor leading dalam ekonomi," kata dia.

Kemudian, mempercepat dalam pendalaman pada pasar modal. Khususnya untuk pembiayaan infrastruktur, penerbitan obligasi untuk pembiayaan infrastruktur. Pihaknya pun akan berkordinasi dengan pihak terkait.

"Tentu akan koordinasi dengan OJK dan pemerintah kemenkeu," kata dia.

Selanjutnya pengembangan sistem pembayaran ekonomi keuangan digital. Yakni, sistem pembayaran mulai dari GPN, elektronifikasi, dari bansos, perkembangan fintech dan sebagainya.

Perry yang alumnus Universitas Gadjah Mada merupakan Mantan Deputi Gubernur BI periode 2013-2018. Saat menjadi wakil Agus di Bank Sentral, Perry banyak membenahi aspek kebijakan moneter, ekonomi internasional, dan ekonomi syariah.

Tugas Perry cukup berat saat ini. Dia datang sebagai pucuk pimpinan tertinggi BI saat arus tekanan terhadap nilai tukar rupiah sedang kencang-kencangnya. Rupiah sudah melemah 4,53 persen hingga 21 Mei 2018 (year to date/ytd) dan kini berada di kisaran Rp14.100 per dolar AS, yang merupakan level terlemah rupiah sejak 2015. [jin]

Komentar

x