Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 09:35 WIB
 

Industri 4.0 Strategi Genjot Kinerja

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 24 Mei 2018 | 18:31 WIB
Industri 4.0 Strategi Genjot Kinerja
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Implementasi industri 4.0 dapat menjadi strategi untuk menciptakan ekonomi Pancasila berbasis digital. Hal ini sesuai arah jalan making Indonesia 4.0 dalam meningkatkan kinerja industri nasional.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, hal itu bisa tercapai dengan memanfaagkan teknologi terkini dan inovasi guna mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat seluas-luasnya.

"Dalam Making Indonesia 4.0, kita sudah punya 10 langkah prioritas yang perlu dijalankan untuk mendongkrak perekonomian nasional di ekonomi digital sesuai prinsip dasar Ekonomi Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Ngakan di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Dia mengatakan, kebijakan pasa pemerataan ekonomi yang telah dijalankan oleh Kementerian Perindustrian, yakni memfasilitasi pembangunan kawasan industri di luar Jawa.

"Contohnya, kawasan industri Morowali yang mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Hingga 60 persen atau kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia.

Kemudian, Kemenperin lanjut dia, telah mengajak para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional supaya ikut serta dalam program e-Smart IKM. Menurut dia, program ini bisa meningkatkan kualitas dan perluasan pasar bagi produk IKM lokal hingga mampu menembus pasar ekspor melalui pemanfaatan platform digital.

Peluang pengembangan ekonomi digital di Indonesia, lanjut Ngakan, di antaranya adalah koneksi internet telah menjangkau 51,8 persen dari populasi penduduk. Hal ini bisa mendorong pengembangan usaha rintisan (startup) di dalam negeri

"Selain itu, peningkatan permintaan produk digital, seperti telepon seluler (ponsel)," ujarnya sembari menjelaskan pengguna aktif ponsel Indonesia tumbuh signifikan, dari 55 juta orang pada tahun 2015 dan diproyeksi menjadi lebih dari 100 juta orang tahun 2018.

Menurut dia, potensi Indonesia memasuki era revolusi industri keempat atau ekonomi digital, akan menikmati bonus demografi selama periode tahun 2020-2030.

Momentum tersebut ketika jumlah penduduk didominasi oleh yang berusia produktif (15-64 tahun) mencapai 70 persen. "Bahkan, pada tahun 2030, diprediksi sebanyak 135 juta penduduk Indonesia akan memiliki penghasilan bersih di atas USD3.600 sebagai konsumen e-commerce," kata dia.

Ngakan pun meyakini, digitalisasi memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Namun demikian, sejumlah langkah prioritas nasional Making Indonesia 4.0 tersebut, perlu didukung melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia sesuai kebutuhan dunia industri saat ini.

"Kami optimis apabila semua program dan kebijakan dijalankan secara terintegrasi, target Indonesia menjadi 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030 bisa tercapai," katanya.

Komentar

 
x