Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 10:23 WIB

Proyek Kapal Tol Laut Lambat

DPR Minta Menhub Budi Evaluasi Dirjen Hubla

Oleh : - | Jumat, 25 Mei 2018 | 12:09 WIB
DPR Minta Menhub Budi Evaluasi Dirjen Hubla
Anggota Komisi V DPR Rhendi Lamadjido - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi V DPR Rhendi Lamadjido mempertanyakan proyek 7 kapal tol laut yang menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Lambat, perlu dievaluasi.

"Saya kira, Pak Menteri Perhubungan perlu mempertanyakan kalau perlu sidak langsung ke pabrik pembuat tujuh kapal tol laut. Dan, memanggil direktur jenderal hubungan laut (hubla). Kalau memang tidak becus, diganti saja," papar vokalis DPR asal PDIP ini kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Kata anak buah Megawati ini, konsep tol laut yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi), merupakan upaya menekan disparitas harga barang khususnya pangan di pelosok negeri ini. Merupakan upaya pemerintah menciptakan rasa keadilan sekaligus pemerataan pembangunan.

"Kalau kapalnya tidak ada, bagaimana mau jalan program tol laut yang diinisiasi Pak Jokowi. Sekali lagi, saya minta pak menhub serius menangani ini. Ganti saja dirjen hubla kalau dirasa tidak mampu menjalankan tugas negara. Kan masih banyak yang cakap dan kredibel," papar Rhendi.

Yang dikritik Rhendi tentunya Dirjen Hubla Agus Purnomo yang sebelumnya menjabat Dirut PT Inka (Persero). Pantas saja kecewa dengan lambannya proyek kapal. Apalagi, dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Proyek yang menjadi tanggung jawab Dirjen Hubla ini digarap PT Steadfast Marine, berkedudukan di Pontianak Utara, Kalimantan Barat.

Di mana, tujuh kapal yang dipesan berukuran bertipe 2000 GT dan 1200 GT. Anggaran per unit kapal tipe 2000 GT dibanderol Rp73 miliar. Sedangkan kapal tipe 1200 GT dibanderol di kisaran Rp53-Rp54 miliar per unit. Dan, proyek pembuatan tujuh kapal ini sudah berjalan sejak 2015. "Konsep tol laut itu punya tujuan mulia untuk rakyat. Kita tidak ingin ada hambatan apalagi yang ingin meemperlambat," tegas Rhendi. [ipe]

Komentar

x