Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:56 WIB

Baru Duduk di Kursi BI-1, Perry Dikritik Darmin

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 26 Mei 2018 | 04:09 WIB

Berita Terkait

Baru Duduk di Kursi BI-1, Perry Dikritik Darmin
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution mengkritisi sikap Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Perry Warjiyo. Dinilai terlalu ekstrim dalam membuat kebijakan.

Lontaran kritik ini merespons pernyataan Perry yang menginginkan stabilitas dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi. "Tidak selalu harus dua-duanya sekaligus dikerjakan. Bisa saja dipilih salah satu dalam waktu tertentu dengan tidak perlu memilih secara ekstrim," kata Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Sebab, kata Darmin yang juga mantan BI-1, sebutan untuk Gubernur BI, seiring perkembangan, target untuk pro growth dan pro stability tidak selalu dapat dikerjakan bersamaan. "Kombinasinya bisa yang satu tidak penuh, yang satunya lagi lebih penuh," kata Darmin.

Meski demikian, Darmin memastikan, keduanya tetap dapat dikombinasikan. Hal ini akan sangat tergantung pada masalah apa yang akan diselesaikan.

Terkait kebijakan relaksasi Loan-to-Value(LTV) yang sudah digaungkan, lanjutnya, kebijakan itu dirancang karena ada kenaikan tingkat bunga. Jika peningkatan tingkat bunga terlalu mengganggu, maka LTV akan dilonggarkan sedikit. "Namanya persoalan kebijakan jangan dilihat terlalu sederhana dan tidak boleh abstrak dipandang," tutur mantan Dirjen Pajak itu.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bakal membawa bank sentral yang pro-stabilitas dan pro-pertumbuhan. Perry akan berusaha menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pertama prioritaskan menjaga stabilitas yaitu dengan kebijakan moneter. Kedua, merelaksasi kebijakan makroprudensial yang berkaitan dengan pembiayaan sektor perumahan yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, mendorong pendalaman pasar keuangan, khususnya untuk pembiayaan infrastruktur. Keempat, mendukung strategi nasional ekonomi digital. Kelima, memperkuat akselerasi ekonomi dan keuangan syariah. [ipe]

Komentar

x