Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 10:23 WIB

Banyak Proyek Mangkrak, DPR Soroti Dirjen Hubla

Oleh : - | Senin, 28 Mei 2018 | 03:09 WIB
Banyak Proyek Mangkrak, DPR Soroti Dirjen Hubla
Anggota Komisi V DPR, Rhendi Lamadjido - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketidakjelasan proyek 7 kapal untuk tol laut, Direktur Jenderal Hubungan Laut (Hubla) Agus Purnomo, lagi-lagi menjadi sorotan.

Anggota Komisi V DPR, Rhendi Lamadjido mendesak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencopot dirjen hubla itu. "Kita pertanyakan, kenapa masih mangkrak proyek infrastruktur pelabuhan dan tol laut yang menjadi concern pemerintahan Joko Widodo," papar Rhendi di Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Selanjutnya kader PDIP ini mempertanyakan kapabilitas Dirjen Hubla Agus Purnomo yang terpilih dari proses lelang lelang jabatan di kementerian perhubungan pada September 2017. Proses lelang dipilih lantaran kursi dirjen hubla ditinggalkan A Tony Budiono yang dicokok KPK dalam kasus suap Rp20.74 miliar.

"Latar belakang beliau kan pernah menjadi Dirut PT Inka. Kurang match di hubla. Untuk urusan tata kelola pelabuhan masih meraba-raba. Terkesan kuat masih jalan di tempat," papar Rhendi.

Padahal, menurut Rhendi, konsep tol laut melalui pembangunan kapal angkut barang, punya tujuan mulia. Program yang digagas Jokowi ini, bertujuan untuk menekan disparitas serta menjamin pasokan barang di daerah terpencil.

"Kalau kapalnya tidak ada, bagaimana mau jalan program tol laut yang diinisiasi Pak Jokowi. Sekali lagi, saya minta pak menhub serius menangani ini. Ganti saja dirjen hubla kalau dirasa tidak mampu menjalankan tugas negara. Kan masih banyak yang cakap dan kredibel," papar Rhendi.

Saat Kemenhub mengumumkan kandidat dirjen hubla pada September 2017, Ketua Masyarakat Maritim Jawa Timur, Lukman Ladjoni sempat mengkritik 3 nama yang muncul sebagai kandidat kuat.

Sekedar mengingatkan, kemenhub mencanangkan pembuatan tujuh kapal berukuran 2000 GT dan 1200 GT. Anggaran per unit kapal tipe 2000 GT dibanderol Rp73 miliar. Sedangkan kapal tipe 1200 GT dibanderol di kisaran Rp53-Rp54 miliar per unit. Dan, proyek pembuatan tujuh kapal ini sudah berjalan sejak 2015. [ipe]

Komentar

x