Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:53 WIB

Sri Mulyani Keliling Pasar Jajakan Kredit UMI

Senin, 28 Mei 2018 | 05:29 WIB

Berita Terkait

Sri Mulyani Keliling Pasar Jajakan Kredit UMI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Sukoharjo - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenalkan program Ultra Mikro (UMI) kepada pedagang di Pasar Telukan, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Program UMI ditujukan bagi pedagang atau pengusaha yang tidak terjangkau kredit usaha rakyat (KUR)," kata Sri Mulyani di sela kunjungan tersebut di Sukoharjo, Sabtu (26/5/2018).

Kredit UMI disalurkan melalui beberapa lembaga keuangan, diantaranya Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Bahana Artha Ventura.

Menurut dia, mengingat plafonnya yang cukup rendah, syarat pengajuan pinjamannya tidak serumit syarat pengajuan KUR. "Kalau KUR kan pinjamannya di atas Rp50 juta, sedangkan ini (UMI), untuk pedagang yang hanya pinjam Rp1 juta, Rp2 juta, hingga Rp5 juta. Dengan adanya program ini diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat dapat terus bergulir," kata Sri Mulyani.

Sementara, Pelaksana Tugas Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang bertindak sebagai pengelola kredit UMI, Djoko Hendrato mengatakan program yang dimulai sejak Agustus 2017, hanya melayani pinjaman maksimal Rp10 juta.

Ia mengatakan bahwa peluncuran produk UMI untuk memfasilitasi pelaku usaha kecil yang tidak terjangkau oleh program KUR. "Saya berharap tadinya semua (pelaku usaha UMKM, red.) bisa dijangkau KUR, tetapi ternyata tidak. Ada 44.000.000 orang yang tidak dijangkau KUR. Itu target yang bisa dijangkau UMI," kata Djoko.

Menurut dia, selama masa uji coba sejak pertengahan tahun lalu tersebut, Pemerintah menyediakan dana sebesar Rp1,5 miliar dengan target jangkauan 300.000 nasabah. "PIP menghabiskan dana Rp800 miliar dengan jangkauan 305.000 nasabah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke," kata Djoko.

Tahun ini, kata Djoko, pemerintah menyiapkan Rp2,5 miliar dengan target jangkauan 800.000 nasabah. Diharapkan, target tersebut dapat terpenuhi. Hingga saat ini, serapannya mencapai Rp1,2 miliar dengan 400.000 nasabah. [tar]

Komentar

x